Menurutnya, ada tiga klaster penyebaran virus Corona di Kabupaten Serang. Diantaranya, klaster Rumah Sakit (RS) Panggung Rawi, klaster Tirtayasa dan klaster lainnya.
Namun, salah satu penyebab melonjaknya kasus positif secara drastis ditularkan dari klaster Tirtayasa yang masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) asal penjaringan Jakarta. Kemudian, pasien ini kabur dan menularkan virus terhadap 18 orang.
"Kabupaten Serang hari ini penambahan signifikan sebanyak 32, dari 14 menjadi 46. Berasal dari Cluster Tirtayasa ysng ditularkan dari 1 OTG asal penjaringan Jakarta kabur saat dinyatakan positif. 1 OTG tersebut menularkan sekitar 18 orang," katanya.
Dengan perkembangan kasus tersebut, di Kabupaten Serang Sudah lebih dari tiga klaster. Ia menjelaskan, sebaran kasus meningkat menyebabkan Kabupaten Serang saat ini masuk dalam kategori zona merah karena berpotensi penularan besar atau berat.
"Trend kasus berpotensi resiko penularan yang besar oleh karena cluster atau transmisi lokal yang terus berkembang. Sehingga Kabupaten Serang menjadi zona merah," jelasnya.
Diketahui, bahwa jumlah warga Kabupaten Serang yang terkonfirmasi positif virus Corona sebanyak 46 orang. Diantaranya, 40 orang masih dalam perawatan tenaga kesehatan, 5 orang dinyatakan sembuh dan 1 orang meninggal dunia.
Dari 40 pasien positif yang masih dirawat ini, paling banyak dibawah penanganan Puskesmas Tirtayasa 10 orang. Disusul Lebak Wangi 7 orang, Bojonegara 5 orang, Kramatwatu 4 orang, Kibin 3 orang, Waringin Kurung 2 orang, Tanara 2 orang, Cikesal 2 orang, Cikande 1 orang, Ciomas 1 orang, Mancak 1 orang, Petir 1 orang dan Pulo Ampel 1 orang.
Kemudian, 5 orang yang dinyatakan sembuh tersebar dibawah penanganan Puskesmas Anyar 2 orang, Kibin 1 orang, Nyompok 1 orang serta Kramatwatu 1 orang.
Sedangkan kasus warga positif virus Corona yang dinyatakan meninggal dunia dibawah penanganan Puskesmas Kramatwatu 1 orang. (Son/TN1)