Satu PDP Meninggal di RSUD Banten, 181 Positif Corona

Ilustrasi. (Dok: Liputan6)
Ilustrasi. (Dok: Liputan6)
SERANG, TitikNOL - Juru bicara Gugus Tugas Covid 19 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten Ati Pramudji Hastuti, membenarkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Green Savana Cikupa, Kabupaten Tangerang, meninggal di RSUD Banten.

Menurutnya, tim dokter belum bisa mengambil kesimpulan pasien positif terjangkit virus Corona. Sebab, hasil Swab lendir tenggorokan sebagai bahan uji lab belum keluar.

Namun, Ati tidak merinci lengkap gejala penyakit yang dialami pasien serta tanggal meninggal dunia. Ia hanya menyebutkan pasien meninggal pada pukul 22.30 WIB.

"Ya. Ada pasien di RSUD Banten yang meninggal tepatnya pukul 22.30 WIB asal Green Savana Cikupa Kab Tangerang. Untuk swab PCR belum ada hasilnya dari pusat, sehingga tim dokter belum dapat memberikan kesimpulan meninggal karena Covid-19," katanya melalui pesan singkat yang dikutip TitikNOL, Sabtu (04/04/2020).

Ia mengatakan, jumlah total pasien terindikasi terinfeksi virus Corona yang dirawat di RSUD Banten sebanyak 114 orang. Diantaranya, 81 masih dirawat dan 18 orang dinyatakan sembuh.

Jika dilihat dari angka itu ada keganjilan. Sebab, apabila jumlah pasien masih dirawat dan sembuh jika dijumlahkan hanya mencapai 99 orang. Pihaknya belum memberikan keterangan status 15 pasien lagi.

"Total Pasien Yang Dirawat Di RSUD Banten 114 orang. Sembuh 18 org. Masih dirawat 81," terangnya.

Sementara itu, Ati yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, menginformasikan bahwa 14.900 Rapid Test telah terdistribusi ke Kabupaten dan Kota.

Dari hasil rapid test itu, 181 Warga Banten dinyatakan reaktif atau positif virus Corona dan 2.999 dinyatakan non reaktif. Sedangkan, kata dia, sebanyak 11.710 alat rapid test belum digunakan oleh Kabupaten atau Kota.

"Dari 14.900 Rapid Test yang terdistribusi ke Kabupaten Kota, 181 dinyatakan reaktif, 2.999 dinyatakan non reaktif. Sisa rapid test yang belum digunakan Kabupaten/Kota sebanyak 11.710," ujarnya. (Son/TN1)

Komentar