Soal Situ Ciunem yang Ambrol Meski Baru Rampung, Konsultan Teknis 'Cuci Tangan'?

Kondisii Situ Ciunem terlihat sudah ambrol meski baru selesai dikerjakan. (Foto: TitikNOL)
Kondisii Situ Ciunem terlihat sudah ambrol meski baru selesai dikerjakan. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Ambrolnya Situ Ciunem di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak yang baru rampung dikerjakan sekitar 1,5 bulan lalu oleh kontraktor PT Ayu Mustika Rizki, terus disorot.

Pasalnya, Proyek Situ Ciunem yang dibiayai APBN 2017 Kementerian PUPR pada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui SNVT Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau - Ciujung - Cidurian (BBWSC3) Banten senilai Rp3.2 miliar, sejak awal pelaksanaan tender/lelang hingga proses pengerjaan, diduga sudah bermasalah.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, proyek Situ Ciunem diduga merupakan proyek yang sudah terkondisikan pemenangnya meski proses tender/lelang dilaksanakan.

Pasca ambrolnya Situ Ciunem tersebut, TitikNOL pun mencoba menghubungi pihak Konsultan Supervisi dari PT. Rezky Bima Cipka Konsultan melalui konsultan teknis proyek Situ Ciunem bernama Ali. Saat dihubungi, Ali menyatakan jika ambrolnya Situ Ciunem itu bukan lagi tanggungjawab pihaknya.

"Sebaiknya ke Balai saja (BBWSC3 Banten, red), Bukan lagi kapasitas saya saat ini," ujar Ali melalui pesan singkatnya, Selasa (10/10/2017).

Baca juga: Baru Rampung Dikerjakan, Situ Ciunem di Lebak Ambrol

Terpisah, Asep Kepala Desa Sukarame, Kecamatan Sajira mengatakan, komunikasi antara pihak pelaksana proyek Situ Ciunem dengan pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Sukareme kurang baik.

Asep mengaku pernah memberikan masukan kepada pihak pelaksana, agar pengerjaan situ sesuai dengan aturan dan spek. Namun belakangan dia menyebut, jika banyak item pekerjaan yang tidak dipenuhi oleh pihak pelaksana.

"Saya tidak melihat adanya pekerjaan pemadatan, mereka (pelaksana) yang kami tahu hanya menggali tanah dan mengerjakan pekerjaan pasangan, saluran dan pembuatan pintu," ujar Asep.

Asep menduga, ambrolnya Situ Ciuenem lantaran pihak pelaksana tidak melakukan pekerjaan pemadatan dengan cara memasang cerucug atau pasek bambu pada bagian tanah, di sekitar lokasi yang dianggap rawan terjadi pergeseran.

"Makanya baru selesai dikerjakan, nyatanya tanah yang tebingnya amblas dan bergeser, karena tidak dipasang crucuk atau pasek bambu," tukas Asep.

Sementara, Yusup, Dirut PT Ayu Mustika Rizki selaku pelaksana proyek Situ Ciunem, hingga berita ini dilansir belum merespons konfirmasi yang disampaikan kepada pihaknya.

Selain itu, TitikNOL pun masih berupaya untuk mendapatkan keterangan secara detail dari Teguh selaku PPK Pembangunan Situ dan Embung pada kantor BBWSC3 Banten, soal tindaklanjut penanganan pasca ambrolnya Situ Ciunem. (Gun/red)

Komentar