Tertibkan PKL yang Berjualan di Trotoar, Satpol-PP Angkut Puluhan Meja Pedagang

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Serang saat menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Induk Rau (PIR). (Foto: TitikNOL)
Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Serang saat menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Induk Rau (PIR). (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Induk Rau (PIR) kocar kacir saat petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Serang melakukan penertiban.

Pantauan di lokasi, para pedagang tampak berlarian memindahkan dagangannya. Sementara PKL yang tidak sempat menyelamatkan meja jualannya diangkut langsung oleh petugas tanpa kompromi.

Selain itu, beberapa petugas juga membawa senjata tajam berupa linggis untuk membongkar dan merusakan meja para PKL. Disisi lain, ada satu auning yang berjualan di badan jalan diangkut petugas.

Kasie Operasi dan Pngendalian Satpol-PP Kota Serang Saful Anwar mengatakan, penertiban dilakukan sebagai upaya penegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor 10 tahun 2010 pasal 29 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3).

"Ini memang di pasal 29 agar tidak berjualan di bahu jalan dan trotoar. Memang pasar Rau untuk berjualan, tapi trotoar itu buat orang berjalan. Hak berjualan silahkan masuk ke dalam tembok, yang dikelola PT Pesona Indah," katanya saat ditemui di lokasi, Kamis, (30/01/2020).

Dalam penertiban kali ini, Anwar mengaku tidak menyita barang dagangan PKL. Hanya ada puluhan meja yang dibawa agar tidak kembali berjualan di trotoar dan badan jalan.

"Ada yang diambil refresif itu bangku. Pada hari ini tidak ada dagangan yang diangkut. Tapi ada auning itu karena menyalahi aturan, maka kami bongkar," ujarnya.

Ia menyebutkan, bandelnya PKL yang berjualan di badan jalan ini diakibatkan adanya oknum jasa keamanan. Sehingga, banyak para PKL percaya dan berjualan walapun telah ditertibkan beberapa kali.

Untuk mengantisipasi hal itu, petugas Satpol-PP akan rutin melakukan penertiban di area PIR. Tujuannya, selain meminimalisir oknum Pungutan Liar (Pungli), agar akses lalu lintas di Pasar tradisional itu berjalan dengan lancar.

"Betul ya, banyak yang membandel. Tentu kami tidak mengesampingkan oknum jasa yang bermain disini. Kalau hasil wawancara tadi ada yang di pungutin dengan kalimat aman," terangnya.

Diakhir pembicaraannya, pihaknya menghimbau kepada para pedagang agar tidak percaya kepada oknum jasa keamanan. Sebab, di PIR hanya ada iuran untuk kebersihan.

"Kami menghimbau kepada pedagang agar tidak mau di bohongi. Yang ada itu iuran kebersihan. Jangan percaya sama kata aman, itu Pungli. Tolonglah jangan bermain ada hukumnya, ada sabar Pungli, hati-hati .Satpol-PP akan terus setiap hari target operasi," tegasnya. (Son/TN1)

Komentar