Sabtu, 5 April 2025

Uang Gepokan Ratusan Juta Milik Kakek 74 Tahun di Serang Berserakan di Lantai Viral di Medsos

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

SERANG, TitikNOL - Uang gepokan dengan nilai ratusan juta milik seorang kakek 74 tahun di Kota Serang, viral di pesan WhatsApp.

Momentum penghitungan uang gepokan milik kakek sebatang kara itu terabadikan dengan video 31 detik yang viral di pesan whatsApp.

Dalam video itu, seorang warga berjenis kelamin perempuan tertawa terkekeh karena melihat uang gepokan berserakan di lantai.

Kemudian, uang gepokan itu dipilah berdasarkan jumlah bilangannya dan dimasukan kedalam karung.

Uang yang berserakan di lantai itu sengaja dibiarkan agar dihitung dan dipisahkan berdasarkan jumlah bilangan agar rapi.

Para warga bergotong-royong menghitung uang gepokan agar mengetahui total jumlahnya.

Dari video itu, terdengar suara teriakan emak-emak seolah tidak menyangka kakek sebatang kara itu memiliki uang gepokan yang berkarung-karung.

"Huuuuhhhhh wakeh, diberesin ora kelar-kelar (Banyak diberesin nggak kelar-kelar)," teriaknya.

Terdapat uang pecahan mulai dari seribu, Rp2 ribu, Rp5 ribu, Rp10 ribu, Rp20 ribu, Rp50 ribu hingga Rp100 ribu yang diikat dengan karet dan dimasukan kedalam karung.

Berdasarkan informasi, uang gepokan yang dimasukan kedalam karung itu milik seorang kakek bernama Suneli di Karundang Lor, Kota Serang.

Ola Sahala, keluarga kakek Neli mengatakan, uang yang masih bisa digunakan yang telah dihitung berjumlah 104 juta. Sementara, uang yang rusak berjumlah Rp10 juta.

"Yang bosok total Rp10 juta rusak. Yang utuh bisa kepakai ada Rp104 juta," katanya, Rabu (26/4/2023).

Ia menerangkan, uang itu hasil dari menabung kakek Neli sejak tahun 2000 dan disimpan di plastik besar di kamarnya.

"Sekitar 20 plastik ada itu tidur di kaki, kepala, di bawah kasur ada duit lagi, di kamar semuanya. Dari di tahun 2000 lebih nabungnya," terangnya.

Uang itu dapat dijumlah setelah dibantu oleh 20 orang warga dengan waktu yang berjam-jam.

"Terus diambil ditaro di depan, banyak kecoanya, sudah 10 tahun lebih. Akhirnya warga di sini ngabantuin dari 07:30 WIB sampai jam 01:00 WIB," ucapnya. (TN3)

Komentar