Sabtu, 5 April 2025

Undang Presiden, Muktamar AL-Khairiyah IX Juga Akan Dimeriahkan Opick

Presiden RI, Joko Widodo. (Dok: rappler)
Presiden RI, Joko Widodo. (Dok: rappler)

CILEGON, TitikNOL - Ormas Islam AL-Khairiyah yang bepusat di Citangkil, Kota Cilegon, Banten akan menggelar Muktamar ke-IX pada 21–23 Oktober 2016 mendatang. Presiden Joko Widodo direncanakan hadir untuk membuka muktamar yang akan diselenggarakan di kampus Perguruan Islam AL-Khairiyah, yakni di Citangkil, Cilegon, Banten.

“Undangannya (kepada Presiden Jokowi) sudah kita kirim 2 pekan lalu,” kata Ketua Panitia Pelaksana Muktamar, Ali Mujahidin, Kamis (12/9/2016).

Dikatakan Ali, muktamar akan dihadiri sedikitnya 1000 peserta yang beasal dari ratusan lembaga pendidikan AL-Khairiyah dan pengurus ormas Al-Khairiyah yang tersebar di sejumlah provinsi.

Lebih jauh Ali mengatakan, saat acara pembukaan mukatmar juga akan dimeriahkan dengan kehadiran pelantun lagu religi Islami, Opick. “Puput Melati juga akan hadir sebagai juri acara lomba hijab sebagai rangkaian acara muktamar,” imbuhnya.

Disinggung mengenai agenda inti muktamar, Ali mengatakan, seperti juga organisasi pada umumnya, pada muktamar AL-Khairiyah kali ini juga akan dilakukan pergantian kepengurusan di tingkat pengurus pusat, yakni Pengurus Besar AL-Khairiyah yang saat ini diketuai Hikmatullah Syamun.

Terpisah, Ketua Umum PB AL-Khairiyah Hikmatullah Syamun mengatakan, dirinya berharap kepemimpinan AL-Khairiyah akan jatuh ke tangan para kader muda AL-Khairiyah. “Di tangan kader muda saya yakin AL-Khairiyah akan lebih besar dan maju lagi dalam melayani umat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Syuro PB AL-Khairiyah Chatib Rasyid mengatakan, dalam Muktamar IX AL-Khairiyah mendatang akan lebih menegaskan independensi AL-Khairiyah.

AL-Khairiyah ditegaskan tidak berafiliasi terhadap organisasi Islam manapun dan akan membawa misi untuk kemajuan umat Islam sebagaimana yang telah dicanangkan oleh KH Syam’un sebagai pendiri AL-Khairiyah.

Diketahui, AL-Khairiyah didirikan oleh Brigjen KH Syamun pada 1916 sebagai sebuah pondok pesantren di Citangkil, yang saat itu masuk ke dalam wilayah Serang. Pada tahun 1925, Ki Syamun yang kemudian menjadi salah satu Komandan Peta di Banten serta menjadi Bupati Serang pertama, merevitalisasi pondok pesantren AL-Khairiyah yang didirikannya menjadi sebuah perguruan Islam dengan metode belajar yang terhitung modern pada jamannya. Saat itu, Ki Syamun yang merupakan Cucu dari tokoh Geger Cilegon, Ki Wasyid tersebut, bahkan mendirikan sekolah rakyat dengan bahasa pengantar Bahasa Belanda, dimana Belanda masih menjajah Indonesia saat itu. Seiring waktu lembaga pendidikan AL-Khairiyah kemudian menyebar ke sejumlah provinsi di Indonesia, seperti Lampung, Palembang, Jambi, DKi Jakarta dan Jawa Barat. Untuk diketahui, Ki Syamun yang kini dianugerahi sebagai Pahlawan Daerah oleh Provinsi Banten itu pernah dua tahun berturut-tuut masuk nominasi penetapan Pahlawan Nasional oleh Pemerintah RI. (Red)

Komentar