CILEGON, TitikNOL - Mahasiswa bersama dengan orangtua melakukan protes ke Yayasan Al-Ishlah Cilegon, bidang Akademi Kebidanan dan Farmasi, di Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Senin (30/5/2016).
Kedatangan mahasiwa tersebut, untuk mempertanyakan atas tidak terdaftarnya nama dan nilai mereka di Pendidikan Tinggi (Dikti).
Informasi yang berhasil dihimpun, mahasiswa khawatir karena sebelumnya Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui Koodinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah XII, secara resmi menonaktifkan sebanyak 243 perguruan tinggi di Indonesia, salah satunya yakni Akademi Kebidanan Al Ishlah, yang merupakan milik Mantan Walikota Cilegon, Tb Aat Syafa'at.
"Pihak Yayasan selama ini tidak pernah terbuka. Bahkan kita juga pernah minta data tapi tidak dikasih. Justru kita tahu nya kita tidak terdaftar di Dikti dari teman-teman," kata salah seorang mahasiswa yang enggan namanya disebutkan.
Mahasiswa berharap pihak Yayasan Al-Ishlah memberikan informasi secara jelas dan jangan tertutup.
"Bagaimana mau daftar CPNS, buat ngelanjutin sarjana saja tidak bisa. Terus kuliah selama ini masa dapat ijazah bodong," ungkap mahasiswa.
Terpisah, Ketua Yayasan Al-Ishlah Cilegon Ratu Ati Marliati tidak mau berkomentar banyak terkait hal tersebut.
"Permasalahan itu sudah kita proses dan juga sudah kita jelaskan ke seluruh mahasiswa," jelasnya singkat. (Ardi/red)