SERANG, TitikNOL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang telah menyelenggarakan rapid test atau pemeriksaan cepat kepada tenaga medis baik di Puskesmas maupun rumah sakit.
Tes itu diaplikasikan kepada tenaga kesehatan yang melayani pasien Covid 19. Mengingat, mereka adalah garda terdepan dalam membasmi virus Corona yang memiliki resiko tinggi penularan karena berkontak langsung dengan para pasien.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Agus Sukmayadi mengatakan, tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah Kabupaten Serang hampir 100 persen sudah dilakukan rapid test.
Hal itu dilakukan sebagai upaya siga pencegahan penularan kasus Virus Corona kepada pahlawan kesehatan. Tenaga Medis yang menangani Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di tes baik secara konvensional maupun drive thru.
"Untuk tenaga kesehatan kemarin hampir 100 persen dilakukan (rapid test) sesuai dengan protap bahwa rapid tes dilakukan bagi tenaga kesehatan yang berkontak langsung dengan pasien, status ODP," katanya kepada TitikNOL, 07/03/2020).
Ia menuturkan, tes ini dilakukan kepada 120 tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas dan 200 tim medis yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Prawiranegara (RSDP) sebagai rujukan penangan pasien yang terindikasi virus Corona.
Menurutnya, mengenai prosedur menjalani tes ini, petugas hanya mengambil darah dari jari tangan menggunakan alat rapid test, kemudian menunggu sekitar 15 menit. Hasilnya langsung diketahui apakah negatif atau positif.
"Sekitar 120 tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas. Dan di rumah sakit sekitar 200 rapid test awal," terangnya.
Selain melakukan rapid test, Agus juga mengaku selalu mengontrol kegiatan medis di tiap Puskesmas. Tujuannya, untuk mengetahui kesiapan tenaga medis dalam menangani pasien. Terlebih, tidak sedikit warga yang bekerja di Kota besar pulang kampung untuk menghindari Covid 19.
"Kegiatan ini melihat langsung di Puskesmas dalam pencegahan Covid 19 yang sedang di gencarkan Pemda Serang. Terutama warga yang mudik dari Jabodetabek. Sehingga di peroleh gambaran tentang kesiapan jumlah tenaga di Puskesmas, APD yang digunakan dalam rangka kunjungan ke rumah yang berstatus ODP," ujarnya.
Namun hingga saat ini, pihaknya merasa bersyukur lantaran warga Kabupaten Serang belum ada yang terkonfirmasi positif virus Corona.
Disisi lain, ia mengimbau masyarakat agar melakukan pola hidup sehat serta patuh pada anjuran pemerintah pusat dan surat edaran Bupati Serang untuk meminimalisir penyebaran virus Corona.
"Alhamdulillah untuk warga Kabupaten Serang tidak ada yang terkonfirmasi positif Covid 19. Kami lakukan sosialisasi pencegahan agar masyarakat melakukan social distancing, meningkatkan kekebalan tubuh, cukup istirahat dan cuci tangan pakai sabun di air yang mengalir sebelum dan sesudah melakukan aktivitas," jelasnya. (ADV)