TitikNOL - Usia empat abad tak jua memudarkan pesona Fethiye Mosque atau Fethiye Camii. Masjid di Athena, Yunani, yang dibangun pada abad ke-17 ini justru makin elok setelah direnovasi.
Masjid yang dikenal dengan nama lain Wheat Market Mosque atau Mosque of the Conquest termasuk salah satu monumen penting peninggalan era Ottoman. Kini, siap dibuka kembali untuk turis pada akhir November 2016.
Masjid ini dibangun di Roman Agora di atas reruntuhan basilika (bangunan persegi panjang dengan deretan pilar khas Romawi) Kristen dari era Bizantium dan diubah menjadi masjid selama pemerintahan Ottoman, pada abad ke-15.
Masjid ini sempat dihancurkan, kemudian dibangun kembali dengan struktur baru pada abad ke-17. Menurut Athens Ephorate of Antiquities, selain digunakan untuk beribadah, juga untuk pameran singkat dan beberapa acara lain.
Pada awal tahun ini, monumen bersejarah lain di Roman Agora, yaitu The Tower of the Winds, juga dibuka kembali untuk turis setelah direnovasi. Menara jam berbahan marmer ini dibuat pada abad pertama Sebelum Masehi.
Athena sendiri dianggap sebagai satu-satunya ibu kota di Uni Eropa yang tidak memiliki masjid yang berfungsi dengan baik. Padahal diperkirakan terdapat 300 ribu warga muslim tinggal di sana, dan mereka telah beberapa kali gagal membangun masjid sebagai tempat ibadah resmi.
Oleh karena itu, sejak akhir pemerintahan Ottoman, warga muslim terpaksa beribadah di ruang bawah tanah di rumah mereka atau di ruang penyimpanan dan ruang darurat yang serupa.
Namun, melansir dari Lonely Planet, pada Agustus tahun ini, parlemen Yunani akhirnya menyetujui rencana pembangunan masjid di Votanikos yang didanai oleh pemerintah.
Sebelumnya, Masjid Tzistarakis, peninggalan abad ke-18 yang terletak di alun-alun Monastiraki, menjadi rumah bagi pameran seni Greek Folk Art Museum dan koleksi keramik tradisional.
Tapi masjid tersebut tengah ditutup sementara sejak 2015. Masjid ini dikenal sebagai Mosque of the Lower Fountain pada era pemerintahan Ottoman, dan dipercaya sebagai salah satu pilar utama Temple of Olympian Zeus.
Sumber: www.cnnindonesia.com