Mencari Waktu Tepat Melakukan Seks Lewat aplikasi

Ilustrasi. (Dok:net)
Ilustrasi. (Dok:net)

TitikNOL - Kaum perempuan kebanyakan mengetahui akan menstruasi ketika sudah mengalami sindrom bernama PMS atau Premenstrual Syndrome. Beberapa wanita melakukan penghitungan periode masa subur berdasarkan waktu menstruasi.

Namun kini ada sebuah aplikasi yang memudahkan memantau siklus kewanitaan. Tidak hanya itu, aplikasi tersebut juga disebut-sebut dapat mengetahui kapan waktu yang tepat untuk berhubungan seks.

Dokter bernama Friesca Vienna Saputra adalah dalang dari aplikasi bernama Ovula. Aplikasi ini pada dasarnya membantu wanita untuk mengetahui tanda yang terjadi di daerah kewanitaan dan membantu memahami siklus hingga memantau kesuburan.

"Kebanyakan perempuan belum tentu mengetahui sebenarnya kapan ia akan menstruasi. Kebanyakan mereka ketika menstruasi ya sudah. Bahkan ada yang salah menyangka tanda yang terjadi, misal tanda kesuburan dikira keputihan," kata Friesca Vienna Saputra ketika ditemui CNNIndonesia.com di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan, pekan lalu.

Friesca menggunakan sebuah metode pemantauan kondisi kesehatan area kewanitaan bernama Metode Ovulasi Billing atau MOB. Metode ini sudah terdaftar di Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sejak dekade 1990an.

MOB meminta penggunanya untuk melaporkan perubahan ataupun kejadian yang terjadi di area intim dan kemudian dapat menganalisis kondisi yang tengah terjadi. Pengamatan dapat berupa perubahan kadar kelembaban, cairan yang keluar, aroma, bahkan sensasi seperti gatal.

Dari data yang dimasukkan dalam aplikasi akan muncul rekap mirip seperti tabel yang dapat menunjukkan siklus yang terjadi pada reproduksi wanita, termasuk mencegah atau mengupayakan kehamilan.

"Bahkan dapat direncanakan kapan melakukan hubungan seksual untuk hal yang lebih spesifik seperti mendapatkan anak laki-laki atau perempuan," kata Friesca.

Friesca menjamin keakuratan metode ini hingga lebih dari 90 persen karena berdasarkan real time. Pengguna harus mengisi data tiga kali dalam sehari. Karena berisi data pribadi, soal keamanan data pun sudah diperhitungkan Friesca.

Menurut dokter lulusan Universitas Atma Jaya ini, hanya dalam pengisian data selama tiga bulan maka pola siklus kewanitaan seseorang dapat terlihat. Namun karena siklus kewanitaan dipengaruhi banyak faktor, maka hal kecil seperti kondisi kesehatan dapat sangat berpengaruh.

 

 

 

 

 

 

Sumber: www.cnnindonesia.com

TAG seks
Komentar