TitikNOL - Saat ini, sudah dikenal perilaku seks kompulsif (compulsive sexual behaviour/CSB) yang juga sering disebut hiperseks, nymphomania atau erotomania. Namun ada juga yang menyebut perilaku ini sebagai kecanduan seks atau maniak seks.
Orang yang mengalami CSB seringkali menggunakan seks sebagai pelarian dari masalah lain, seperti kesepian, depresi, kecemasan atau pun stres. Mereka juga akan membiarkan dirinya terlibat perilaku seks berisiko meski sadar akan konsekuensinya seperti gangguan jantung, penyakit menular seksual atau hilangnya hubungan dengan orang yang dicintai.
Ada pula maniak seks yang muncul karena bergabung dalam suatu kelompok. Istilah swinger berhubungan dengan kelompok yang saling bertukar pasangan seks. Kelompok ini bisa diikuti oleh pasangan yang sudah menikah atau pun yang masih berstatus pacaran.
Marie Calvert, salah satu anggota swinger di Inggris, mengaku sudah meniduri 3.000 pria selama 35 tahun terakhir. Awalnya, Marie mengaku hanya tidur dengan suaminya saja. Namun setelah melihat majalah swinger, Marie akhirnya tertarik untuk mencobanya.
Sejak itu, Marie dan suaminya merasa ketagihan untuk melakukannya. Dan karena anggota mereka terus meningkat, Marie dan Barry memutuskan untuk mendirikan sebuah klub swinger di Sheffield yang disebut La Chambre.
Dari Essex, Inggris, seorang wanita bernama Nikki Lee mengklaim dirinya telah meniduri 5.000 pria hanya dalam waktu sembilan tahun. Wanita yang juga bekerja sebagai model ini meniduri dua pria setiap hari dan mencatatnya di sebuah buku kecil warna merah dengan nilai masing-masing pria yang ditidurinya.
Ketika berusia 21 tahun, Lee mengaku telah berhubungan intim dengan 2.289 pria. Lee mengaku bangga dengan gaya hidupnya tersebut dan menilai seks sebagai obat baginya. Meski ketagihan seks dan pernah meniduri empat pria saat berlibur di Ibiza, Lee menegaskan dirinya memiliki standar untuk pria yang ditidurinya.
Ciri-ciri Maniak Seks
Dalam istilah medis, perilaku seks kompulsif (compulsive sexual behaviour/CSB) juga sering disebut hiperseks, nymphomania atau erotomania. Menurut penjelasan dalam situs Mayo Clinic, perilaku seks kompulsif secara umum dipertimbangkan sebagai suatu kelainan yang dialami seseorang dalam mengendalikan impuls atau dorongan seks.
Akibat dari kelainan ini, seseorang tidak mampu menolak godaan atau dorongan melakukan suatu tindakan yang merugikan diri sendiri atau pun orang lain. Pada kelainan seks ini, perilaku normal yang seharusnya menyenangkan dapat berubah menjadi kebiasaan yang ekstrim.
Gejala dari CSB sangat bervarasi, baik dari jenis maupun tingkatannya. Dorongan untuk tenggelam dalam perilaku kompulsif ini bisa bersifat kronis dan kuat, dan mungkin akan terasa dorongan ini di luar kendali.
Secara umum gejala-gejala tersebut, di antaranya memiliki banyak pasangan seks atau affair di luar perkawinan yang sah, berhubungan seks dengan pasangan baru yang belum dikenal atau jasa prostitusi, menghindari keterlibatan emosional dalam hubungan seksual, dan menggunakan layanan komersial yang mengumbar seksualitas lewat telepon atau internet.
Selain itu, masturbasi dengan frekuensi sangat sering, sering melihat atau menggunakan materi-materi pornografi, melakukan hubungan seks bersifat masokisme dan sadisme, dan mengekspos atau memamerkan seksualitas kepada umum (eksibisionisme), bisa menjadi gejala dari kelainan seks ini.
Sejauh ini, para ahli belum dapat memastikan apa penyebab timbulnya CSB. Penelitian ilmiah mengenai kecanduan seks ini masih terbilang baru, dan para ahli masih menyelidiki kemungkinan beberapa penyebabnya. Seperti abnormalitas otak, kelainan senyawa dalam otak, kelainan hormon androgen, dan perubahan sirkuit otak.
Sumber: http://kesurabaya.com/