Rasa Haus Jangan Disepelekan

Foto ilustrasi haus. (Dok:net)
Foto ilustrasi haus. (Dok:net)

TitikNOL - Jangan menyepelekan rasa haus. Karena hal itu bisa merupakan tanda awal dari dehidrasi ringan. 

Menurut Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) DKI Jakarta dr Elvina Karyadi, dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh bisa berakibat fatal sehingga diimbau tidak dianggap remeh. 

"Karena air merupakan salah satu komposisi tubuh manusia," kata Elvina dalam diskusi Ngobrol Bareng Sahabat (Ngobras).

Direktur Micronutrient Initiative itu mengatakan komposisi air pada tubuh manusia berbeda-beda. Dipengaruhi usia dan komposisi tubuh.

Pada bayi, komposisi air pada tubuh mencapai 75 persen hingga 85 persen dari berat badan. Karena itu, dehidrasi pada bayi bisa berakibat fatal.

"Sedangkan komposisi air pada laki-laki dewasa mencapai 65 persen dan perempuan dewasa 55 persen dari berat badan. Pada lanjut usia, komposisi air mencapai 50 persen dan seseorang yang obesitas mencapai 45 persen hingga 55 persen berat badan," tuturnya.

Karena itu, kebutuhan air manusia juga berbeda-beda. Kebutuhan air bayi adalah 150 mililiter untuk setiap kilogram berat badan, anak-anak 50 mililiter hingga 60 mililiter setiap kilogram berat badan sedangkan orang dewasa memerlukan 35 mililiter setiap kilogram berat badan.

"Ibu menyusui memiliki kebutuhan air yang lebih banyak, yaitu 600 mililiter hingga 700 mililiter per hari lebih banyak daripada kebutuhan air orang dewasa," katanya.

Menurut Elvina, cairan memiliki fungsi yang vital bagi tubuh, yaitu mengatur suhu tubuh melancarkan aliran darah karena menjaga volume darah serta mengatur sistem kardiovaskuler dan membuang racun dan sisa makanan.

Cairan tubuh juga berfungsi membantu sistem pernafasan, menjaga kelembaban dan tektur kulit, membantu sistem pencernaan dan penyerapan serta membantu berbagai proses metabolisme tubuh.

Elvina Karyadi menjadi salah satu pembicara dalam Diskusi "Kenali Manfaat 7 Ion untuk Aktivitas Sehari-hari". Selain Elvina, pembicara lainnya adalah dokter Rumah Sakit Pusat Pertamina dr Grace Tumbaleka.

 

 

 

 

 

 

Sumber: www.republika.co.id

Komentar