Dugaan Intimidasi, Tim Hukum Benyamin-Pilar Saga Ichsan Lapor Polisi

Tim Hukum Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan saat melaporkan dugaan intimidasi di Polres Tangerang Selatan. (Foto: TitikNOL)
Tim Hukum Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan saat melaporkan dugaan intimidasi di Polres Tangerang Selatan. (Foto: TitikNOL)

TANGSEL, TitikNOL - Tim hukum Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan akhirnya lapor polisi. Pelaporan itu terkait adanya dugaan tim suksesnya diintimidasi oleh orang tak dikenal (OTK), Senin (2/11/2020).

Tim Hukum Benyamin-Pilar, Imam Fachrudin kepada awak media menyatakan, laporan tersebut dilakukan demi membuat jalannya Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) tetap berjalan aman dan damai.

“Laporan telah kami berikan. Ini terkait tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan berupa ancaman dengan kekerasan,” ujar Imam Fachrudin saat ditemui di Polres Tangsel.

Fachrudin menjelaskan, laporan tersebut terkait intimidasi dan percobaan kekerasan yang diterima Ketua Regu Pemasangan APK Benyamin-Pilar Wilayah Pamulang, M Yusuf.

Peristiwa itu pun menurut Fachrudin terjadi pada 30 Oktober 2020 lalu. Akibat insiden tersebut membuat Yusuf harus mendapatkan perawatan medis karena mengalami patah tulang.

Menurut Imam, praktik intimidatif dan percobaan kekerasan seharusnya tak dilakukan dalam kontestasi pesta demokrasi dalam Pilkada Tangsel 2020.

“Itu budaya yang buruk dan tak boleh berkembang di Tangsel. Karenanya, kami berharap kepolisian bisa segera mengusut agar Pilkada Tangsel tak lagi diwarnai insiden-insiden serupa,” ujar Imam Fahrudin.

Dengan demikian, usai melayangkan surat laporan, Imam optimis bahwa Polres Tangsel memastikan segera menggelar penyelidikan. Imam berharap penyelidikan yang dilakukan bisa menemukan motifasi dibalik percobaan kekerasan dan intimidasi tersebut.

Selain itu, penanganan dari kepolisian juga diharapkan menjadi pendidikan politik kepada masyarakat, termasuk meniadakan perilaku tak terpuji tersebut berkembang di Tangsel.

Seperti informasi yang berhasil diperoleh TitikNOL, Yusuf menjadi korban dugaan intimidasi dan percobaan kekerasan lewat tabrak lari ketika hendak memasang APK Benyamin-Pilar di kawasan Pamulang, pada 30 Oktober 2020 lalu.

Ketika itu, saat memasang APK, Yusuf yang ditemani sejumlah anggotanya didatangi seseorang tak dikenal dengan melontarkan kalimat tidak menyenangkan. (Don/TN1)

Komentar