Polres Serang Ringkus 12 Pejudi Konvensional dan 2 Bandar Judi Online

Polres Serang saat ungkap pelaku judi. (Foto:istimewa)
Polres Serang saat ungkap pelaku judi. (Foto:istimewa)

SERANG, TitikNOL - Sebanyak 14 pelaku perjudian yang beroperasi di wilayah hukum Polres Serang digulung polisi sepanjang bulan Agustus 2022.

Dari 14 tersangka judi tersebut, 2 di antaranya merupakan bandar judi online, sedangkan 12 lainnya merupakan pelaku judi konvensional atau judi darat.

"Dari 14 tersangka judi, 2 di antaranya bandar togel online. Salah satu bandar togel berinisial DM alias Lay (36) warga Kecamatan Walantaka, Kota Serang, ditangkap Tim Resmob di rumah kontrakan Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang," ungkap Kasatreskrim AKP Dedi Mirza saat konferensi pers, Rabu (24/8/2022).

Kasatreskrim menjelaskan, penangkapan para penjudi baik judi online ataupun judi darat merupakan tindaklanjut perintah Kapolri yang disampaikan melalui Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto.

"Jadi bersih-bersih segala bentuk permainan judi ini merupakan komitmen Kapolri yang disampaikan Bapak Kapolda Banten," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Kasatreskrim mengimbau kepada masyarakat agar menjauhi segala bentuk perjudian, baik hanya sekedar iseng terlebih sebagai bandar.

Sebab, pihaknya akan menindak tegas tanpa pandang bulu yang kedapatan bermain judi.

"Jadi ini harus menjadi perhatian bagi masyarakat bahwa kami akan menindak tegas siapapun yang kedapatan bermain judi," tegasnya.

Kasatreskrim juga meminta peran masyarakat untuk terus membantu Polres Serang dalam memberikan informasi seputar aktivitas perjudian maupun informasi lainnya yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.

"Kami pun berharap sinergitas yang sudah terjalin selama ini terus ditingkatkan. Kami berkomitmen akan menindaklanjuti setiap laporan atau informasi yang masuk. Masyarakat tidak perlu takut, kami akan merahasiaian orang-orang yang memberikan informasi," tandasnya.

Sementara itu, Kasihumas Iptu Dedi Jumhaedi menambahkan, jika keempat belas tersangka perjudian mayoritas didominasi pekerja harian lepas dan pengangguran. Para tersangka tercatat berusia 20 hingga 50 tahun.

"Akibat perbuatannya ke 14 pelaku terancam Pasal 303 KUHPidana dengan Ancaman Kurungan maksimal sepuluh tahun atau denda sebanyak-banyaknya dua puluh lima juta rupiah," tambahnya. (Har/TN3)

Komentar