Sabtu, 5 April 2025

Interpelasi DPRD Kota Cilegon Kepada Wali Kota Helldy Agustian Kandas, Kenapa?

Ketua DPRD Kota Cilegon Isro Mi'raj saat memberikan keterangan kepada awal media. (Foto: TitikNOL)
Ketua DPRD Kota Cilegon Isro Mi'raj saat memberikan keterangan kepada awal media. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Hak interpelasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon, kepada Wali Kota Cilegon Helldy Agustian terkait Kartu Cilegon Sejahtera (KCS), kandas alias tidak bisa lanjutkan.

Tidak dilanjutkannya interpelasi kepada Wali Kota Helldy, berdasarkan hasil voting Rapat Pimpinan (Rapim) Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Cilegon.

"Pada hari ini kita melakukan amanah konstitusi sehingga kemudian itu tadi Rapim plus Bamus kami buka ruang demokrasi selebar-lebarnya, kita sampaikan bahwa terkait dengan interpelasi apakah ini dilanjutkan atau tidak dilanjutkan. Saya beri kesempatan kepada teman-teman anggota Bamus yang representasi partai masing-masing sehingga kemudian Golkar dan PDIP tetap konsisten untuk tetap melanjutkan, tapi ketika divoting suara terbanyak untuk tetap tidak dilanjutkan," kata Ketua DPRD Kota Cilegon, Isro Mi'raj, Rabu (19/1/2022).

Isro menyebutkan, dengan sangat menyesal terkait dengan interpelasi tidak bisa dilanjutkan.

"Karena kami di DPRD kolektif kolegial, tidak bisa berdiri sendiri, harus ada ketentuan yang mengatakan ketika musyawarah tidak menemukan kata manfakat maka jalan terakhir adalah voting, ketika voting kami kalah," ujarnya.

Isro menjelaskan, Rapim Bamus yang digelar berbeda dengan pada saat Rapim Bamus sebelumnya. Dimana, sebelumnya pihaknya menang saat dilakukan voting.

"Kami pada voting sebelumnya menang sekarang berbalik. Jadi suaranya konsisten terhadap hasil di paripurna kemarin yang tidak kuorum, partai politik yang tidak hadir sampai hari ini konsisten untuk tidak melanjutkan hak interpelasi," jelasnya.

Sebagai Ketua DPRD Kota Cilegon, Isro memahami bahwa keputusan mutlak adalah kebijakan strategis oleh partai masing-masing.

"Saya sangat memaklumi dan saya harus berjiwa besar, bagaimanapun mereka adalah anggota saya terlepas apapun keputusan mereka tentu kami memaklumi bahwa kami adalah utusan partai politik, tidak bisa dilepaskan dari persoalan itu. Ketika ada hal-hal yang dianggap strategis mereka patuh dan taat dengan keputusan partai. Kami di DPRD tetap menjaga soliditas terkait dengan program kerja kami, tetapi keputusan strategis kami memahami bahwa keputusan strategis itu tidak mutlak ada di personal masing-masing anggota dewan, tapi ada instruksi, mereka yang disampaikan oleh teman-teman itu instruksi dari partainya untuk tidak melanjutkan," pungkasnya. (Ardi/TN2).

Komentar