Kapal LCT di Lintasan Bojonegara - Bakauheni Jauh dari Standarisasi Kapal Angkutan

Anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo saat melakukan kunjungan kerja di Pelabuhan Merak, Selasa (16/1/2018) kemarin. (Foto: TitikNOL)
Anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo saat melakukan kunjungan kerja di Pelabuhan Merak, Selasa (16/1/2018) kemarin. (Foto: TitikNOL)

MERAK, TitikNOL - Kapal Landing Craft Tank (LCT) yang beroperasi di lintasan Bojonegara - Bakauheni, masih jauh di bawah standarisasi sebagai kapal mengangkut penumpang. Hal itu diungkapkan Anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo, saat melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Merak.

"LCT ini mempunyai satu regulasi yang tidak sebaik standarisasi kapal-kapal penumpang. Jadi ini tentu sangat membahayakan penumpang atau mungkin membuat suatu pelayanan yang kurang bagus terhadap masyarakat," katanya Bambanh Haryo kepada wartawan, Selasa (16/1/2018) kemarin.

Bambang menyebut, di zaman sekarang ini kapal LCT di lintasan lain sudah tidak digunakan lagi atau sudah tidak boleh dioperasikan lagi.

"Perlu saya jelaskan bahwa lintasan penyeberangan Merak - Bakauheni ini ada 68 kapal. Dari 68 kapal itu 50-60 persen belum bisa beroperasi, itu kapal-kapal yang sangat layak, sangat bagus untuk kepentingan publik. Sedangkan untuk kapal LCT sendiri masih jauh di bawah standarisasi baik keselamatan maupun kenyamanan, tapi kenapa boleh dioperasikan," jelasnya.

Merak-Bakauheni merupakan lintasan komersial. Sehingga tidak boleh mengunakan kapal yang seadanya dan harus kapal- kapal yang sesuai standarisasi keselamatan dan kenyamanan.

"Nah terkait dengan lintasan Bojonegara - Bakauheni yang menggunakan kapal LCT ini nanti kita (Komisi VI) akan menanyakan ke Kementerian Perhubungan apakah pelabuhan ada izin atau tidaknya," tukasnya. (Ardi/TN1).

Komentar