Kapal berkapasitas 150 kendaraan Beroperasi di Lintasan Merak - Bakauheni

Dirjen Hubdar Kemenhub, Budi Setiyadi meresmikan KMP Neomi di Pelabuhan Merak. (Foto: TitikNOL)Dirjen Hubdar Kemenhub, Budi Setiyadi meresmikan KMP Neomi di Pelabuhan Merak. (Foto: TitikNOL)

MERAK,TitikNOL - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meresmikan KMP Neomi di Pelabuhan Merak. Kapal tersebut merupakan kapal swasta milik PT Munic Line. Kapal yang memiliki kapasitas muatan 150 kendaraan campuran dan 825 orang penumpang tersebut akan melayani Penyeberangan Merak - Bakauheni.

Beroperasinya kapal baru di Pelabuhan Merak mengingat adanya aturan PM 88 2015 yang tidak memperbolehkan kapal di bawah 5.000 GT berapoerasi di lintas Merak-Bakauheni. KMP Neomi disebut sudah sesuai standar dengan kapasitas 8.700 GT.

"Kapal ini siap menggantikan kapal milik PT Munic Line yang GT-nya berada di bawah 5000. Kapal ini GT-nya 8.700. Ini sesusuai dengan regulasi kita PM 88 2015, karena pada 24 Desember 2018 lalu, seharusnya sudah mengeluarkan beberapa kapal keluar dari lintasan Pelabuhan Merak-Bakauheuni," ungjap Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi kepada wartawan di Pelabuhan Merak, Senin (7/1/2019).

Kapal di atas 5.000 GT disebut akan banyak menyedot penumpang dibanding kapal-kapal di bawah 5.000 GT. Meski demikian, kapal di atas 5.000 GT tetap punya waktu berlayar sama yakni 2 jam Merak-Bakauheni.

"Ini adalah semangat baru yang dibangun operator untuk menyesuaikan regulasi pemerintah, memang betul sadar lintasan Merak-Bakauheuni harus dilayani GT-nya di atas 5.000, mengapa demikian karena waktu sandarnya, sailing timenya, sebenarnya besar kecil sama, namun kapal besar nyedot kendaraannya lebih banyak,itu yang membedakannya, " jelasnya.

Dengan beroperasinya kapal di atas 5.000 GT, Kemenhub berharap kepadatan yang sering terjadi di Merak saat arus mudik lebaran maupun natal dapat dikurangi secara siginifikan.

"Kenapa 2010-2011 terjadi kepadatan, karena kapalnya campuran, makanya tahun 2014 dibuatlah PM 88 untuk mempercepat kapal kapal besar bisa menarik kendaraan yang ada di dermaga pelabuhan," kata Budi.

Sementara itu, Direktur Operasional PT Munic Line, Hasyir Muhammad mengatakan KMP Neomi tersebut merupakan kapal cina ketiga yang beroperasi di lintasan Merak - Bakauheni.

"Ini adalah kapal Cina ketiga dari lima kapal yang dimiliki PT Munic Line. KMP Neomi ini merupakan kapal baru buatan 2018 ,bukan kapal bekas, " ungkap Hasyir. (Ardi/TN2).

Komentar