Jum`at, 4 April 2025

Melebur dengan Warga Adat Baduy, Pj Gubernur Main Angklung hingga Beri Ribuan Paket Bansos

Pj Gubernur Banten, Al Muktabar saat menyalurkan bantuan kepada masyarakat secara simbolis (Foto: TitikNOL)
Pj Gubernur Banten, Al Muktabar saat menyalurkan bantuan kepada masyarakat secara simbolis (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Pj Gubernur Banten, Al Muktabar bertolak ke Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.

Kedatangan orang nomor satu di lingkungan Pemprov Banten tersebut dalam rangka menyalurkan ribuan paket bansos dan bantuan rumah tidak layak huni.

Pada kunjungannya, Al menggunakan pakaian karpet hitam dan ikat kepala ciri khas suku Baduy. Tidak hanya itu, pihaknya juga melebur dengan masyarakat dengan memainkan angklung.

Para warga suku adat Baduy antusias menyambut kedatangan rombongan Pj Gubernur Banten bersama Komisi V DPRD Banten.

Al mengatakan, bansos diserahkan kepada suku adat Baduy berkat inisiasi legislator yang mengajak gotong royong OPD guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kita melakukan bhakti sosial, ini kebersamaan diakhir tahun 2022. Ini diinisiasi DPRD Banten khususnya Komisi V," katanya, Jumat (30/12/2022).

Ia menerangkan Kanekes merupakan selter gerakan ekonomi yang dihasilkan dari pertanian dan kerajinan tangan masyarakat suku adat Baduy.

"Kanekes satu hal senter menggerakan di kawasan sekitar. Kita kembangkan berbagai hal, kita akan lanjutkan lagi di 2 titik, kita ini utnuk pusat pergerakan UMKM " terangnya.

Ia menjelaskan, ada beberapa jenis paket sembako dan bantuan insfratuktur untuk masyarakat Baduy.

Di antaranya, sembako 1031 paket, ikan asin 260 kg, mainan anak 11 paket biskuit 40 paket, pemberian makanan tambahan untuk balita 50 paket, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil 30 paket.

Kemudian beras 750 kg, 3 mushola masing-masing Rp5 juta, 7 mesjid masing-masing Rp10 juta, 15 RTLH per rumah Rp20 juta pupiah.

"Ada berbagai jenis bantuan, jangan dilihat dari nilainya tapi dari usaha kita. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan, sarana ibadah, pembangunan dan kebutuhan sehari-hari bermanfaat bagi masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi V pada DPRD Banten, Yeremia Mendrofa menyatakan masyarakat menunggu pengabdian pemerintah.

Bansos yang digelontorkan Pemprov Banten bagian dari bukti konkret kehadiran pemerintah untuk masyarakat.

"Banyak program pemerintah untuk kerakyatan. Ada 10 dinas kami dorong untuk program kerakyatan, ini berkala sesuai kebutuhan di Provonsi Banten," paparnya.

Menururnya bansos yang diberikan kepada masyarakat suku adat Baduy bagian refleksi akhir tahun kebersamaan pemerintah bersama masyarakat.

"Komisi V mempunyai tanggung jawab dalam kesejahteraan. Ini refleksi di 2022 kebersamaan ini, 2023 kita tingkatkan aklelerasi untuk kesejahteraan," tutupnya. (TN3)

Komentar