Pemprov Banten Suntik Modal Untuk PT. Agribisnis Rp10 Miliar

Direktur PT. Agribisnis Saiful Wijaya. (Foto: TitikNOL)
Direktur PT. Agribisnis Saiful Wijaya. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten anggarkan penyertaan modal untuk PT. Agribisnis senilai Rp10 miliar. Uang itu akan digunakan sebagai modal pengadaan beras.

Direktur PT. Agribisnis Saiful Wijaya mengatakan, penyertaan modal pada tahun 2020 ini Rp10 miliar. Namun, anggaran itu belum turun karena masih dalam pembahasaan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).

“Baru tahap Raperda, belum turun. Tapi insyaallah proses di Pansus biasanya akan disegerakan,” katanya saat ditemui di DPRD Provinsi Banten, Rabu (14/10/2020).

Menurutnya, modal itu akan digunakan untuk pengadaan beras sebanyak 10 ton. Kedepan, pihaknya akan menyusun master plan untuk program yang akan dijalankan sesuai dengan data.

“Daraf penyertaan modal. Ini untuk RKA tahun 2020 akan diberikan penyertaan modal senilai Rp10 miliar. Kami akan manfaatkan untuk semacam PO dari dinas Ketahanan Pangan, beras seberat 10 ton. Kami akan masuk untuk penyediaannya,” ungkapnya.

Pansus Raperda Penyertaan Modal BUMD PT. Agribisnis Gembong Rudiyansyah Sumedi menuturkan, modal dasar yang telah disepakati sebesar Rp300 miliar yang telah tercantum di Perda sebelumnya. Pemprov harus menguasai 51 persen setara dengan Rp153 miliar.

“Itu diskemakan Pemprov di 2020 Rp10 miliar, kemudian di 2021 Rp65 miliar dengan catatan yang sudah diputuskan di KUA sekitar Rp20 miliar. Berarti kurangnya sekitar Rp45 miliar,” tuturnya.

Agar terpenuhi penyertaan modalnya, Pemprov akan mengkonversi aset berupa tanah dan barang. Sementara, untuk gudang terletak di Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang.

“Pokoknya di 2021, mau di murni atau perubahan. Tapi modal dasar sudah bisa dipenuhi. Sisanya supaya sama 51 persen akan mengkonversi dengan asset tanah dan barang. Sekitar Rp90 miliar, jadi bisa terpenuhi,” terangnya.

Untuk tahun ini kata Gembong, PT. Agribisnis telah memiliki plan dalam pengadaan beras. Posisi Agribisnis ini akan menggantikan Bulog dengan kualitas yang sama dan harga lebih murah.

“Dengan Rp10 miliar sudah ada orderan beras 100 ton. Agro yang akan menggantikan Bulog, lebih murah sedikit tapi kualitas sama. Selain beras, ketersedian daging, susu. Mereka langsung start dan jalan. Jadi Desember ini mereka langsung beli beras dari petani,” tukasnya. (Son/TN1)

Komentar