Wah! 10 Jembatan yang Diresmikan Menteri Puan di Lebak, Dua Mangkrak

Pembangunan jembatan Cihambali. (Foto:TitikNOL)
Pembangunan jembatan Cihambali. (Foto:TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Pemerintah Kabupaten Lebak mengakui jika pembangunan jembatan Cihambali tidak akan cepat selesai. Sebab, waktu pelaksanaan saat itu hanya 1,5 bulan sehingga dinilai tidak logis dengan kondisi lokasi yang berat.

Dijelaskan Budi Santoso, Asisten Daerah (Asda) II bidang ekonomi dan pembangunan Pemkab Lebak, pembangunan jembatan Cihambali bukan mangkrak tapi belum selesai karena proses pengerjaannya masih berjalan.

"Sekarang pekerjaan masih berjalan, waktu itu pelaksanaan hanya 1,5 bulan, jelas nggak logis untuk 3 lokasi itu. Makanya, dikecualikan dan masih tetap dikerjakan sampai sekarang. Kalau tidak ke lokasi sih susah jelasinnya, tapi kalau suda pernah ke lokasi pasti paham dan maklum," ujar Budi Santoso kepada wartawan.

Menurutnya,  Dinas Bina Marga (DBM) Lebak pun sudah melakukan peninjauan ke lokasi jembatan Cihambali dan Cidikit tersebut.

"Kadis Bina Marga sudah ke lokasi, semua pekerjaan berjalan, cuma lambat nggak akan cepet selesai," tukas Budi.

Sebelumnya, DPRD Kabupaten Lebak meminta keseriusan dan kejelasan terkait pembangunan dua dari 10 jembatan yang dibangun oleh kementrian PU, yang menghabiskan anggaran Rp46 miliar yang bersumber dari APBN.

DPRD beralasan, karena sampai saat ini jembatan Cihambali yang berada di Desa Cihambali, Kecamatan Cibeber dan jembatan Cidikit di kecataman Bayah masih belum selesai.

“Saat ini warga terpaksa menyebrangi sungai Cimadur dengan menggunakan rakit dari bambu dan itu pun bisa dilakukan jika air sungai normal atau tidak sedang naik,” kata Ruly Sugiharto, ketua Komisi II DPRD Kabupaten Lebak, kepada wartawan baru-baru ini.

Senada dikatakan Kepala Desa Cihambali, Rudiat, bahwa pengerjaan jembatan Cihambali mengalami keterlambatan. Hal tersebut dikarenakan pengerjaan yang seharusnya di lakukan oleh PT Amarta Karya, diduga disubkan kepada kontraktor yang tidak professional sehingga mangkak dan akhirnya diambil alih kembali.

Rudiat mengaku curiga, saat kedatangan menteri PMK Puan Maharani ke Lebak dalam rangka peresmian 10 jembatan gantung, dirinya selaku kepala desa tidak diundang oleh panitia untuk menghadiri acara tersebut.

”Mungkin panitianya kuatir kalau saya diundang, saya akan berbicara di forum itu jika pembangunan jembatan gantung di desa saya belum selesai dan masih terbengkalai. Padahal dalam acara itu memang diresmikan dan dinyatakan clear and clean oleh menteri,” katanya.

Sebagaimana diketahui, menteri PMK Puan Maharani didampingi menteri PUPR Basuki Hadimuljono, meresmikan 10 jembatan gantung di Kabupaten Lebak, Rabu (17/2/2016) lalu.

Bahkan, salah satu jembatan yang diresmikan itu sempat di uploud di twitter dan facebook milik presiden Joko Widodo dan Ke 10 jembatan yang diresmikan terebut adalah, jembatan gantung Kolelet Wetan, Ranca Wiru, Leuwi Loa, Cisimeut, Cigeulis, Cidikit, Cicariu, Bojong Apus, Cihambali, dan Cidadap.

Seluruhnya diresmikan secara formal dan disaksikan seluruh masyarakat Lebak serta dinyatakan Clean and Clear.

Saat itu, Puan Maharani menjelaskan, pembangunan jembatan gantung ini merupakan wujud nyata dari program Nawacita  Presiden Jokowi - JK. (Gun/red)

Komentar