Aksi Tuntut "Suami Airin" Soal Mesum dan Suap di Sukamiskin Batal Digelar di Kantor Walkot

Ilustrasi. (Dok: TitikNOL)
Ilustrasi. (Dok: TitikNOL)

TANGSEL, TitikNOL - Gerakan Rakyat Anti Manipulasi (GERAM), membatalkan aksi yang rencananya bakal digelar di Kantor Wali Kota Tangerang Selatan, Jum'at (21/12/2018).

Seperti undangan aksi yang diperoleh TitikNOL menyampaikan, Gerakan Rakyat Anti Manipulasi (GERAM), berencana menggelar aksinya dengan target di Kantor Wali Kota Tangsel dan Kementrian Hukum dan Ham.

Sedianya dalam aksi tersebut sesuai yang tertulis dalam undangan menyebutkan, bahwa GERAM merasa malu memiliki Wali Kota suaminya bermasalah terus. Hal itu terkait dakwaan KPK pada Rabu (5/12/2018) lalu, atas mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husen terima suap.

Dalam undangan itu disebutkan, salah satu suap menurut jaksa dari KPK berasal dari terpidana Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Wawan memberikan suap Rp 63 juta kepada Wahid, dengan imbalan akses mudah keluar-masuk lapas.

Disebutkan pula dalam undangan itu, Wahid pernah memberikan izin kepada Wawan pada 16 Juli 2018 untuk menemui ibunya di Serang, Banten. Namun bukan mengunjungi ibunya, Wawan malah menginap dua hari di Hotel Hilton, Bandung, bersama teman wanitanya.

Akan tetapi, perilaku Wawan itu dinilai GERAM melanggar aturan izin berobat dan telah memalukan pihaknya sebagai warga Tangsel, dimana Walikota Tangsel adalah istri Wawan yang saat ini masih menjaga norma dan kesusilaan.

Dalam aksi itu, GERAM rencananya akan memberikan tiga (3) tuntutan sesuai undangan yang telah disiapkan berupa poster, spanduk, rilis, dan mobil komando. Tiga tuntutan itu yakni:

1. Menuntut agar Wawan di berikan sangsi hukum yang berat atas kasus penyuapan kepada Kalapas Sukamiskin.

2. Kami malu ternyata suami dari Wali Kota Tangsel kami bermental mesum dan memalukan Tangsel.

3. Meminta KPK melakukan penelusuran kasus penyuapan Wawan kepada kalapas, dan diberikan sangsi hukum.

Ketika dikonfirmasi terkait pembatalan aksi tersebut, koordinator GERAM Dedi Siregar menyampaikan bahwa demonya ditunda dengan alasan adanya kegiatan mendadak.

"Bang, demonya tunda. Ada kegiatan mendadak," jelas Dedi Siregar, dengan singkat ketika dikonfirmasi TitikNOL melalui jejaring whatsap.

Pantauan dilokasi komplek Kantor Wali Kota Tangerang Selatan, tampak beberapa awak media dan petugas keamanan TNI-Polri berada dilokasi hingga pukul 15:00 Wib. (Don/TN3).

Komentar