Alasan Polisi Amankan Warga Pengunggah Video Ibu Hamil Ditandu di Jalan Rusak

Tangkap layar status yang dibuat oleh akun Facebook Badry Aldiansyah mengenai ibu hamil yang ditandu karena jalan rusak. (Foto: Kompas)
Tangkap layar status yang dibuat oleh akun Facebook Badry Aldiansyah mengenai ibu hamil yang ditandu karena jalan rusak. (Foto: Kompas)

LEBAK, TitikNOL - Seorang pria warga Desa Barunai, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, dibawa ke kantor polisi setelah mengunggah video ibu hamil ditandu karena jalan rusak di desanya.

Postingan video tersebut diunggah di media sosial Facebook oleh akun Badry Aldiansyah kemudian menjadi viral. Beberapa media online pun, ramai memberitakan kabar penahanan terhadap seorang warga tersebut.

Dikonfirmasi, AKP Rohidi Kapolsek Panggarangan Polres Lebak mengatakan, postingan video soal ibu hamil yang ditandu itu, banyak yang mengomentari dan menyinggung kepala desa.

Sehingga antara dua kubu yang bersebrangan (Pro dan Kontra) memanas dan menimbulkan kegaduhan di Kampung tersebut.

"Ibu hamil bernama Ibu Tiyah mau melahirkan, dimana akses jalan sampai ke balai desa Barunai tidak bisa dilewati kendaraan roda dua dan empat. apalagi habis hujan, jalan licin, terpaksa ditandu menuju balai desa untuk dibawa ke RS Malingping,"ujar Kapolsek kepada titiknol.co.id, Kamis (5/11/2020).

Kemudian lanjut Kapolsek, cuitan Badrudin bin Adhani yang memposting lewat akun facebook nya selama dalam perjalanan menuju Mobil, dengan cuitan di facebook menyindir kepala desa dengan kata -kata, sudah 75 tahun kapan merasakan indahnya jalan.

Yang mau melahirkan pun kudu di gotong heula (dulu). Apa kabar pemerintah setempat, kampung
desa Barunai, Kecamatan Cihara Lebak Banten mana sumpahmu, untuk mengayomi masyarakat

"Akhirnya sekitar jam 22.30 Wib, kepala desa Barunai, Hasan, membawa ke polsek untuk menghindari keributan. Sekitar jam 16.00 wib tadi sore (kemarin) Badrudin sudah musyawarah,"kata Rohidi.

Sementara Kades Barunai, Kecamatan Cihara, Hasan, kepada wartawan mengatakan, masalah ibu yang hamil itu ngak menyangkut apa - apa. Tetapi, 96 komentar dalam postingan itu menjelekan kepada pemerintah setempat.

"Itu bukan ditahan, karena diantara postingan itu sangat banyak pro kontra. Setelah diamankan sudah tidak ada apa - apa, dari pada terjadi kejadian yang lain. Saya sebagai kepala desa sudah musyawarah dan sudah tidak ada masalah apa - apa,"ujar Kades Barunai. (Gun/TN2)

Komentar