Sabtu, 5 April 2025

Diam-diam Punya Anak Angkat, Rano: Saya Masih Diberikan Kesempatan untuk Berbagi

Rano Karno saat bercengkrama dengan anak angkatnya Siti Fadilah, ditemani orang tua kandung Siti, di rumah sakit. (Foto:Ist)
Rano Karno saat bercengkrama dengan anak angkatnya Siti Fadilah, ditemani orang tua kandung Siti, di rumah sakit. (Foto:Ist)

SERANG, TitikNOL - Gubernur Banten Non Aktif Rano Karno, ternyata diam diam memiliki anak angkat baru. Anak yang diangkat Rano bernama Siti Fadilah, seorang siswi SMP di Lebak, yang diketahui lumpuh karena kecelakaan yang dialaminya.

Siapa Siti? Siti Fadilah adalah seorang Siswi SMP Mathla'ul Anwar di Rangkasbitung, Lebak. Siti saat ini lumpuh, akibat kecelakaan delapan bulan lalu di tikungan jalan tidak jauh dari rumahnya di Kampung Nangklak, Desa Jagabaya, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak.

Orang tua Siti yang hidup pas-pasan, telah berjuang sekuat tenaga mencari jalan terbaik untuk merawat dan mengobati Siti. Namun kondisi ekonomi yang serba terbatas, Siti hanya bisa tergolek lesu di kursi roda.

Perlahan kondisi Siti kian memburuk. Kedua kakinya mengalami pembusukan hingga satu tungkai kakinya terlepas sendiri akibat pembusukan yang terjadi.

Penderitaan Siti pun harus bertambah, saat ia tak bisa melanjutkan sekolah. Perlahan ia mengubur semua mimpi, cita-cita dan harapan. Ia menyaksikan sendiri kakinya remuk dan terus membusuk. Sementara satu tungkai kakinya terputus sendiri, kaki lainnya mengalami situasi serupa dengan luka terbuka yang terus merambat.

Nasib baik pun menghampiri Siti. Saat Calon Gubernur Banten Rano Karno kunjungan ke wilayah Lebak, Siti dipertemukan dengan Rano Karno pada media Oktober lalu. Menyaksikan penderitaan Siti dan rasa sakit yang harus dirasakan selama berbilang bulan, Rano langsung meminta izin kepada keluarga Siti untuk membawanya ke rumah sakit. Alhasil, kaki kiri Siti diputuskan harus diamputasi. Sementara kaki kanannya mesti ditanam pen.

Saat di rumah sakit, Rano pun berkali-kali menjenguk dan memberi motivasi agar Siti bisa bangkit dari situasi terpuruk.

Dengan semangat dari seorang Rano, kepercayaan diri Siti mulai kembali tumbuh. Biaya operasi pun tak lagi menjadi pikiran Siti dan keluarganya, karena Rano Karno mengambil alih tanggung jawab biaya perawatan selama Siti menjalani operasi di rumah sakit hingga beberapa bulan ke depan, termasuk biaya sehari-hari orang tua Siti yang selalu menjaga Siti di rumah sakit.

Saat kesekian kalinya mengunjungi Siti di rumah sakit dan di hadapan dokter ortophedi yang menangani Siti, Rano meminta izin pada Wahdi orang tua kandung Siti, untuk mengangkat Siti sebagai anaknya dan diamini oleh Wahdi.

Saat dikonfirmasi terkait pengangkatan ini, Rano Karno mengaku mendapatkan dukungan dari Dewi Indriati, sang isteri, dan kedua anaknya, Raka dan Dea.

"Mereka bertiga yang ikut mendorong saya untuk meminta izin pada keluarga Siti, agar Siti menjadi bagian dari keluarga besar kami. Saya ingin merawat Siti Fadilah sebagaimana saya telah merawat Raka dan Dea," jelas Rano.

Rano pun mengaku siap mengambil resiko apapun dan akan melakukan apapun, demi Siti yang baru diangkatnya menjadi anak.

"Anda akan bisa merasakan kebahagiaan yang tak terhingga saat melihat seseorang yang nyaris kehilangan harapan bisa kembali bangkit. Kalau sampai pilihan saya mengangkat Siti sebagai anak harus membawa konsekuensi saya kehilangan kesempatan sebagai calon gubernur, maka biarlah saya kehilangan kesempatan itu. Saya ikhlaskan. Yang penting, saya masih diberi kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan orang-orang di sekitar saya. Biarkanlah ini menjadi ladang ibadah saya, kewajiban fardhu kifayah yang saya panggul di atas pundak saya," bebernya.

"Perjuangan meraih kekuasaan adalah perjuangan mewujudkan cita-cita kemanusiaan. Jangan sampai syahwat politik membutakan hati dan membui nurani kemanusiaan kita. Bagi saya, Siti adalah ujian kepedulian kita pada sesama. Terserah orang lain mau menilai apa," tambahnya.

Sementara itu, Wahdi, ayah kandung Siti Fadilah, tak henti-hentinya bersyukur karena anaknya telah diangkat menjadi anak oleh Rano Karno.

“Dengan keterbatasan kami, alhamdulillah, kami beribu ribu terimakasih. Kami tidak tahu bagaimana membalasnya," kata Wahdi.

Bahkan, Wahdi mengaku sedih saat sejumlah pihak mempolitisir langkah Rano membantu operasi dan biaya hidup untuk Siti dan keluarganya.

"Pak Rano tidak pernah kampanye kalau ketemu kami. Tidak pernah ngomong soal pemilihan gubernur. Kenapa Pak Rano tidak boleh membantu kami dan tidak boleh mengangkat Siti sebagai anak?," ibanya.

Diketahui sebelumnya, kunjungan kesekian kalinya Rano Karno ke rumah sakit tempat Siti dirawat, dituding sebagai kampanye di rumah sakit. Bahkan Rano kembali dituding telah melakukan politik uang, saat memberikan uang kepada anak angkatnya untuk kehidupan sehari-hari selama menjalani perawatan. (Gat/red)

Komentar