Ini Tanggapan Puskesmas Mancak Soal Pasien yang Ditolak Pinjam Ambulance

Salah satu dokter di Puskesmas Mancak dr Frankie saat dikomfirmasi wartawan. (Foto: TitikNOL)
Salah satu dokter di Puskesmas Mancak dr Frankie saat dikomfirmasi wartawan. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Pihak Puskesmas Mancak membantah telah menolak ataupun tidak meminjamkan fasilitas ambulance kepada pasien Solihin (36), salah satu warga Kampung Pasir Gadung, Desa Sangiang, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, yang harus berobat ke rumah sakit menggunakan kendaraan losbak atau pick up pengangkut pasir.

Dikatakan dr Frankie Sudiono salah satu dokter di Puskesmas Mancak, saat itu pihaknya sudah menjemput pasien ke kediamannya untuk dibawa ke puskesmas menggunakan ambulance.

"Ambulance sudah digunakan karena sebelumnya keluarga meminta kepada kita, kemudian dibawalah ke puskesmas," kata dr Frankie ditemui di Puskesmas Mancak, Kamis (1/01/2018).

Saat itu, lanjut dr Frankie, dirinya yang sedang menangani cek up para jamaah haji tidak langsung melihat kondisi pasien saat tiba di puskesmas. Setelah selesai tugas, dirinya baru memeriksa pasien.

"Setelah cek up para jamaah haji, saya cek pasien tersebut, karena kan harus dilakukan observasi dahulu soalnya pasien merupakan rujukan yang sebelumnya pernah dirawat di rumah sakit di Kalideres," ungkapnya.

Baca juga: Tak Dipinjami Ambulance, Keluarga di Kabupaten Serang Ini Bawa Pasien Sekarat Pakai Losbak

Setelah dilakukan pemeriksaan, kondisi pasien normal dan stabil, lanjut dr Frankie, bahkan pasien Solihin ini dalam kondisi sadar.

"Saat itu kondisinya saya cek bagian vitalnya semuanya stabil dan dalam kondisi sadar. Memang saat itu saya anjurkan untuk dirawat, karena pasien tidak bisa harus rawat jalan," lanjutnya.

Namun, pihak keluarga meminta rujukan agar dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan, akhirnya pihak puskesmas meminta kepada pihak keluarga akan dirujuk kemana pasien ini.

"Saat itu kita tanya pasien mau dirujuk kemana, karena prosedurnya kita harus tahu mau dirujuk kemana biar nanti kita bisa berkordinasi dengan pihak rumah sakit yang akan dituju," katanya.

Pihak keluarga pasien menurut dr Frankie tidak memberikan rujukan mau kemana pasien ini akan dibawa. Akhirnya keluarga malah ingin membawanya menggunakan ambulance salah satu partai.

"Saat itu pihak keluarga pasien tidak segera memberi tahu akan dirujuk ke rumah sakit mana, malah minta ambulance partai, akhirnya kita fasilitasi dan berkordinasi dangan partai dan sudah setuju untuk dibawa menggunakan kendaraan partai," ungkapnya.

Saat kendaraan ambulance dari partai sudah siap membawa pasien, dr Frankie pun tidak tahu jika ternyata keluarga korban malah menggunakan kendaraan losbak atau pick up tersebut dan membawa pasien.

"Padahal ambulance partai sebentar lagi sampai, tapi saat itu dua petugas puskesmas kaget ada kendaraan losbak dan pasien malah dibawanya," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas drg Yatni Suprapti mengatakan, mekanisme untuk peminjaman ambulance harus sesuai dengan rujukan saat itu, karena pasien tidak memberikan keterangan akan dirujuk ke rumah sakit mana saat itu pihak puskesmas menunggu pihak keluarga.

"Ambulance kita siap, kalau saja saat itu pihak keluarga memberikan keterangan pasien akan dirujuk ke rumah sakit ini atau itu, kita akan buatkan rujukan dan kita antara protapnya kan nanti kita kordinasikan kepada rumah sakit yang dituju apakah penuh atau tidak, atau apa nantinya kan biar enak," jelasnya.

Sejauh ini, pihak puskesmas sendiri sudah mendatangi pihak keluarga pasien uhtuk mengklarifikasi permasalahan tersebut.

"Kita sudah bertemu dengan pihak keluarga pasien dan nanti kita akan bahas lebih lanjut, soalnya kita juga sudah diperintahkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Serang untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," tukasnya. (Gat/TN1)

Komentar