LEBAK, TitikNOL - Kritikan pedas masih muncul dari mahasiswa kepada Pemkab Lebak. Di umurnya yang ke-189 tahun, mahasiswa menyebut masih terpuruk.
Imem Nurhakim, Koordinator Kumala saat menggelar aksi di depan gedung DPRD Lebak, Sabtu (2/12/2017) mengatakan, Kabupaten Lebak adalah Kabupaten yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah dibandingkan dengan Kabupaten yang lainya.
Kata Imem, dari 28 Kecamatan, 340 Desa dan 5 Kelurahan dengan jumlah penduduk 1.2 juta jiwa, 189 tahun Kabupaten Lebak merupakan umur yang sudah tua.
Namun, Kabupaten Lebak masih dikatakan daerah tertinggal, padahal potensi-potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Lebak sangat beragam jika dioptimalkan dengan baik oleh Pemerintah Daerah.
"Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan menjadi tolak ukur kemajuan daerah. Tenaga pendidik yang tidak merata bertumpukan di wilayah Kota mengakibatkan dampak buruk bagi wilayah pelosok. Tenaga kerja lokal yang kurang digunakan sehingga masyarakat jadi korbannya," ujar Imem.
Menurutnya, banyak perusahaan di Lebak seharusnya bisa mengurangi angka pengangguran, tapi justru malah sebaliknya.
Ditambah lagi persoalan angka harapan hidup dan kemiskinan di Kabupaten Lebak yang paling rendah jika dibandingkan dengan kabupaten lain.
"Pembebasan lahan dimana-mana yang menunjukan ketidak seriusan dan ketidak pedulian pemerintah dalam menghadapi investor asing, ketahanan pangan hanya omong belaka. Pembangunan infrastruktur jalan masih jauh dari harapan kualitas pembangunannya masih asal - salan," beber Imem.
Selain itu lanjut Imem, matinya fungsi pengawasan DPRD Lebak, anggaran Reses tunjangan semakin bertambah namun tugas dan funginya tidak sebanding.
"Semua persoalan-persoalan itu tidak akan pernah selesai kalau pemerintah diam seribu bahasa, ini adalah momentum bagi kami dimana Hari jadi Kabupaten Lebak Ke-189 Lebak berdiri, namun nyatanya masih dalam keterpurukan. Ini akan menjadi kado terpahit yang harus diterima oleh Masyarakat Kabupaten Lebak," katanya.
Oleh karenanya tambah Imem, Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) meminta kepada Pemkab Lebak untuk melakukan pemerataan penempatan tenaga pendidik, memaksimalkan tenaga kerja putra daerah.
Setop pembebasan lahan, tingkatkan kesejahteraan masyarakat, tingkatkan kualitas pembangunan dan fungsikan tugas pengawasan DPRD Lebak.
Sementara itu, aksi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kumala itu, diwarnai kerusuhan dan mengakibatkan terlukanya salah seorang mahasiswa. (Gun/red)