Pasar di Kepandean Kumuh dan Sepi Pedagang

Pasar di Kepandean, Kota Serang. (Foto: TitikNOL)
Pasar di Kepandean, Kota Serang. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Pasar di Kepandean, Kota Serang, sepi dari Pedagang Kaki Lima (PKL). Bahkan kondisinya kumuh dan tidak terawat.

Pantauan TitikNOL di lokasi, kondisi sebuah pasar yang ada di lokalisasi prostitusi tersebut, dipenuhi dengan rumput liar dan sampah. Keindahan pasar hanya terlihat dari tampak depan dengan tanaman bunga hias yang masih kecil.

Mirisnya lagi, sebuah toilet yang berdekatan dengan mushola ditutup menggunakan pagar bambu. Bahkan, pagar itu kini dirambati oleh rumput-rumput liar. Sehingga, akses untuk melakukan rukun ibadah yakni wudhu tidak dapat dilakukan.

Di sisi lain, saat crew TitikNOL perhatikan, kekumuhan pasar yang diakibatkan sampah sangatlah wajar. Sebab, tidak ada tempat pembuangan sampah di sekitar pasar.

Sampah yang menggunung hanya dibakar oleh pedagang otomotif yang berjualan di situ. Sehingga nampak jelas, bekas bakaran sampah berderet di sepanjang jalan saat masuk ke pasar Kepandean.

Salah satu pedagang pecel yang tidak ingin disebut namanya mengatakan, kondisi Pasar di Kepandean pada siang hari selalu sepi. Hanya ada beberapa gerobak saja yang membuka lapak. Itu pun terbilang jarang menjajakan dagangannya.

"Ya begini kondisinya sepi. Nggak tahu yah kalau malam mah, soalnya saya hanya sampai sore bukanya," katanya saat ditemui di lokasi, Rabu (15/01/2020).

Ia pun mengaku, bahwa dagangannya hanya laku terjual oleh pedagang otomotif dan pengunjung yang sesekali membeli barang otomotif.

"Laku mah laku, cuma pembelinya yang di sini doang. Paling sama yang dagang alat-alat motor itu pak. Pengunjung mah jarang," terangnya.

Terpisah, Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, ada 128 PKL yang telah mendaftar untuk mengisi Pasar di Kepandean. Namun hingga kini, belum ada kesepakatan tentang ukuran lapak antara Disperindagdop Kota Serang dengan para pedagang. Sebab, lapak di Kepandean hanya memiliki kapasitas 96 PKL saja.

"Belum ada kesepakatan ukuran kios ada yang minta 3x3 dan kesiapan kami karena ada 96. Kemudian PKL ada 128 nanti kami atur. Besok auden dengan APKLI, mudah-mudahan secepatnya PKL yang ada di Kepandean sudah menempati," ujarnya.

Untuk mengatasi kekurangan lapak, kata Syafrudin, pihaknya akan menyediakan tenda khusus untuk para pedagang yang tidak kebagian lapak. Hal itu dilakukan untuk memberikan rasa adil kepada para pedagang.

"Tergantung keberadaan pedagang ya, kalau lebih dari 100 akan kami atur. Yang kekurangan akan kami buat tenda," imbuhnya.

Ia pun menjamin, bahwa tidak akan ada prilaku premanisme di pasar Kepandean. Soal kasus pemalakan yang dulu, orang nomor satu di Kota Serang itu mengaku telah dilakukan mediator.

"Itu (kasus pemalakan) juga saya bicarakan, sudah ditangani, sudah di panggil. Insyaallah kalau sudah ditempati tidak ada hal yang tidak diinginkan," tukasnya. (Son/TN1)

Komentar