SERANG, TitikNOL - Menjamurnya hiburan malam yang berujung perzinanahan di Kota Serang menjadi sorotan para tokoh agama. Pasalnya, hal ini dinilai berdampak pada perkembangan kaum hawa yang menggadaikan kehormatannya demi kesenangan dunia.
Salah satu tokoh agama perempuan Ustazah Sofia Syarif mengatakan, Banten yang mempunyai julukan sejuta santri dan seribu Kiyai, saat ini telah tercoreng dengan maraknya Pekerja Seks Komersial (PSK) di Kota Serang.
Ironinya lagi, para PSK tersebut didominasi oleh perempuan berusia belia. Ia menilai, hal ini diakibatkan oleh maraknya hiburan malam yang menjadikan wanita sebagai pelayan.
"Miris anak ABG sudah jual diri. Sudah gunakan narkoba dan lain sebagainya. Saya sebagai emak-emak khawatir anak saya dan generasi muda perempuan lainnya terpapar oleh narkoba," katanya kepada TitikNOL, Jumat (13/9/2019).
Maka dari itu, pihaknya meminta kepada Pemerintah Kota Serang untuk tidak setengah-tengah dalam memutus mata rantai perzinahan di Kota Serang.
"Jangan setengah-tengah jika memberantas hal yang dilarang oleh agama," ujarnya.
Menanggapi hal itu Wakil Wali kota Serang Subadri menyebutkan, bahwa bersamaan dengan perkembangan teknologi semakin canggih, para PSK menggunakan aplikasi tertentu untuk mendapatkan pelanggannya.
Selain menggunakan teknologi, kata Subadri, motif menggunakan pakaian syari merupakan salah satu cara yang digunakan wanita malam dalam mengelabui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Serang saat patroli. Sehingga terlihat semu dan seperti masyarakat khalayak umum.
"Banyak dongdot syari. Pakai pakaian tertutup, saat ditanya lagi nunggu suami pulang. Sekarang susah membedakannya," terangnya.
Namun pihaknya akan berupaya penuh untuk menciptakan Kota Serang yang beradab, berdaya dan berbudaya jauh dari tempat hiburan yang berujung kemaksiatan.
"Sehingga Satpol-PP masih semu-semu mana yang bener-bener wanita penjaja titik-titik sama wanita yang lagi menunggu suaminya. Tapi upaya yang berhubungan dengan hiburan yang berujung kemaksiatan di Kota Serang, kami berharap dan di amanah kan para Kiyai untuk mentiadakan hal tersebut," tukasnya. (Son/TN1)