Pengamat: Buku Biografi Si Doel Adalah Motivasi Gerakan Literasi

Acara bedah buku Si Doel yang dilaksanakan di Aula Pemuda, Periuk, Kota Tangerang, Senin (23/1/2017). (Foto: TitikNOL)Acara bedah buku Si Doel yang dilaksanakan di Aula Pemuda, Periuk, Kota Tangerang, Senin (23/1/2017). (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL – Buku Biografi Si Doel karya Rano Karno beberapa waktu yang lalu dinilai bentuk perlawanan tradisi buruk di Banten. Namun kali ini, buku tersebut dinilai merupakan bentuk motivasi gerakan literasi.

Hal itu disampaikan oleh El-Fachrudin Suhaemi, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dan juga penulis novel Mahakarya Cinta di acara bedah buku Si Doel yang dilaksanakan di Aula Pemuda, Periuk, Kota Tangerang, Senin (23/1/2017).

Sebagai anggota dewan, ia mengaku bangga terhadap komunitas buku Si Doel yang terus mensosialisasikan pentingnya budaya literasi di Banten.

"Saya sepakat dengan pak Rano Karno untuk terus mengembangkan budaya literasi di Banten. Saya, pak Rano Karno dan H. Embay Mulya Syarif sudah memulainya dengan karya tulis kami yaitu Mahakarya Cinta, Si Doel dan Jawara Wong Cilik." kata El Fachrudin.

Baca juga: Biografi 'Si Doel' Dianggap Simbol Perlawanan Tradisi Buruk di Banten

Menurut Andri Gunawan, pegiat literasi mengatakan, Rano Karno adalah seorang multitalenta dan pemimpin yang berprestasi.

"Sebagai orang Banten saya bangga kepada Rano Karno karena dia sudah membuat Banten meraih banyak prestasi. dengan kehadiran Buku Si Doel Rano Karno akan selalu dikenang oleh masyarakat banten," katanya.

Sementara itu, Sulanjar, pengelola PKBM Paja Mandiri Tangerang, seorang pejabat haruslah memiliki kepekaan dan perhatian terhadap peran penting pendidikan, termasuk di dalamnya pendidikan luar sekolah seperti layaknya Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

"Alangkah indahnya jika para pejabat mau dekat dan berbaur dengan pengelola pendidikan yang ada di masyarakat,” ujar pria yang membawa lebih dari 50 orang peserta didik kesetaraan di acara bedah buku Si Doel. (Meghat/Rif)

Komentar