Proyek Pembangunan Gedung DPMPTSP Alami Keterlambatan, Minim Pengawasan?

Proyek pembangunan gedung Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kota Cilegon yang mengalami keterlambatan. (Foto: TitikNOL)
Proyek pembangunan gedung Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kota Cilegon yang mengalami keterlambatan. (Foto: TitikNOL)

CILEGON,TitikNOL - Proyek pembangunan gedung Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kota Cilegon mengalami keterlambatan . Minimnya pengawasan diduga menjadi penyebab keterlambatan proyek senilai Rp 13,95 miliar dari APBD Cilegon tersebut.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan gedung BPTPM Cilegon, Rommy Dwi Rahmansyah tidak menampik adanya keterlambatan progress pekerjaan pembangunan gedung BPTPM tersebut.

"Sejak mulai digarap oleh PT Menara Setia, selaku pelaksana pada awal Juli lalu, proyek ini berjalan tidak sesuai seperti yang direncanakan,"ungkap Rommy ditemui di areal proyek, Senin (24/9/2018).

Dikatakan Rommy, pihaknya sudah memberikan teguran ke pelaksana terkait keterlambatan tersebut.

"Kita sudah memberikan teguran,yang bersangkutan bikin surat pernyataan bahwa di akhir masa kerja sudah 100 persen.Targetnya di akhir bulan ini 35 persen, di bulan depan 60 persen, di November 94 persen, jadi di Desember itu tinggal sisa 6 persen," jelasnya.

Menurutnya, progress pekerjaan itu bahkan pernah tercatat sampai dengan 15 persen

"Jadi mereka (pelaksana-red) akan mempercepat progress, kalau dilihat sekarang mereka mulai ngebut nih. Jadi kalaupun nanti dia (PT Menara Setia) tidak siap, tidak selesai, ya kan sudah buat surat pernyataan.Kita akan bayar yang hanya terpasang aja," kata Kasie Perencanaan pada Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Kota Cilegon ini .

Sementara itu, Inspektur Lapangan PT Parindo Raya Engineering, Gunawan selaku konsultan pengawas pekerjaan menjelaskan, komitmen pelaksana dalam percepatan proyek yang berlokasi di Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang itu ditandai dengan penambahan jumlah tenaga kerja.

"Kalau sekarang jumlah tenaga kerja itu sudah di atas 80-an dari sebelumnya 60-an. Besok akan nambah lagi. Jadi semakin banyak pekerjaan, semakin bertambah terus man powernya, maka semakin itemized yang masuk semakin banyak,"kata Gunawan di tempat yang sama.

"Kalau kemarin kan masih sebatas struktur saja, jadi man powernya stagnan. Sekarang sebenarnya masih kurang cepat, tapi sudah on the track, jadi ke depan dia harus lebih ngebut lagi,"tutupnya. (Ardi/TN2).

Komentar