Sabtu, 20 Juli 2024

PT Cemindo Diminta Respon Rumah Warga yang Retak Akibat Penambangan

Keretakan sejumlah rumah di Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah akibat aktivitas peledakan tambang (limestone) milik PT. Cemindo Gemilang. (Foto: TitikNOL)
Keretakan sejumlah rumah di Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah akibat aktivitas peledakan tambang (limestone) milik PT. Cemindo Gemilang. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - DPRD Lebak menyesalkan adanya sejumlah rumah di Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah, yang retak akibat aktivitas peledakan tambang (limestone) milik PT. Cemindo Gemilang.

"Kami sangat menyayangkan dengan banyaknya rumah warga yang mengalami kerusakan dampak dari kegiatan blasting di sana. Artinya, kegiatan di sana tidak bertanggungjawab terhadap lingkungan. Terbukti banyak rumah warga yang retak-retak," ujar Agus Ider Alamsyah, Anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Lebak kepada wartawan, Senin (16/12/2019).

Agus pun mendesak perusahaan semen merah putih PT. Cemindo Gemilang, segera merespon keluhan warga yang rumahnya mengalami kerusakan.

"Pihak perusahaan agar secepatnya menerjunkan pimpinan CSR menanggapi keluhan warga. Ini tidak bagus, sekelas perusahaan terbesar di Asia Tenggara tidak bisa mengatasi persoalan itu. Buat apa ada perusahaan besar, kalau masyarakat sekitarnya dirugikan," tandas Agus.

Baca juga: Aktivitas Blasting di PT Cemindo Gemilang Sebabkan Rumah Warga Retak

Agus pun berjanji, bila pihak perusahaan tidak merespon keluhaan warga, DPRD Lebak melalui Komisi 4 akan berkirim surat kepada PT. Cemindo Gemilang untuk mendapatkan penjelasan.

Senada dengan DPRD Lebak, Ahmad Yani, Aktivis Keluarga Mahasiwa Banten bidang Litbang menyebut, dari pertama kehadirannya, pabrik semen merah putih PT. Cimindo Gemilang sudah bikin gaduh.

Begitupun hari ini kata Ahmad Yani, dengan aktivitas peledakan bahan baku yang mengakibatkan rumah warga banyak yang retak.

Menurutnya, kalau selalu membuat masalah, harusnya pemerintah mengambil langkah, kaji ulang keberadaan dan aktivitasnya bila perlu cabut izin operasi perusahaan tersebut.

"Karena saya menilai Cemindo ini seperti ngeyel, tidak memperhatikan aspek-aspek lingkungan sekitar. Saya juga berharap pemerintah dan DPRD Kabupaten Lebak, turun langsung untuk menindaklanjuti laporan masyarakat. Jangan sampai ketika lebih parah baru bersuara atau jangan sampai teriaknnya diwakili oleh mahasiswa," kata Ahmad Yani.

Terpisah, Ari Wahyu, Manager CSR PT. Cemindo Gemilang, belum merespon saat dikonfirmasi wartawan. (Gun/TN1)

Komentar