PT. KAI Diminta Tanggungjawab Soal Penipuan Puluhan PKL di Stasiun Rangkasbitung

Para pedagang saat mendatangi Sekretariat Ormas Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Markas Anak Cabang (MAC) Kecamatan Rangkasbitung, di Jalan Bidin Surya Gunawan, Kampung Sentral, Kelurahan Rangkasbitung Barat. (Foto: TitikNOL)
Para pedagang saat mendatangi Sekretariat Ormas Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Markas Anak Cabang (MAC) Kecamatan Rangkasbitung, di Jalan Bidin Surya Gunawan, Kampung Sentral, Kelurahan Rangkasbitung Barat. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Dugaan penipuan terhadap puluhan pedagang kaki lima (PKL) di depan Stasiun Rangkasbitung oleh PT. CKS, terus disorot sejumlah kalangan di Kabupaten Lebak.

Para pedagang kali ini mendatangi Sekretariat Ormas Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Markas Anak Cabang (MAC) Kecamatan Rangkasbitung, di Jalan Bidin Surya Gunawan, Kampung Sentral, Kelurahan Rangkasbitung Barat, Rabu (9/10/2019).

Kedatangan perwakilan PKL tersebut diterima langsung oleh ketua dan Sekretaris MAC LMPI Rangkasbitung, Suyono dan Supianus.

"Perwakilan pedagang menyampaikan keluh kesah ke kami dan meminta didampingi penyelesaiannya, mereka mengaku merasa tertipu oleh pihak PT. CKS dan oknum di stasiun yang menjembatani pembangunan kios," ungkap Suyono.

Baca juga: PKL Stasiun KA Rangkasbitung Ditipu, Ratusan Juta Uang DP Kios Raib

Atas keluh kesah dan pengaduan pedagang itu lanjut Suyono, MAC LMPI Rangkasbitung akan melayangkan surat Audiensi kepada kepala Stasiun selaku pihak dari PT. KAI.

"Hari ini kita kirim surat permohonan Audiensi kepada Kepala Stasiun. Kita akan minta KS untuk memberikan penjelasan soal PT. CKS dan keterlibatan sejumlah oknum di stasiun terkait pembangunan kios yang enggak jelas," ujar Suyono.

Terpisah, Ojat Sudrajat ketua Maha Bidik Indonesia mengatakan, pihak PT. KAI tidak dapat lepas tangan dan harus bertanggungjawab atas terjadi kasus dugaan penipuan yang dilakukan pihak PT. CKS terhadap para PKL.

"Dengan memfasilitasi PT. CKS di stasiun, apalagi waktu rapat ada dan di hadiri oleh KS, maka secara tidak langsung PT. KAI tidak dapat lepas tangan dan harus ikut bertanggung jawab. Bahkan oknumnya bisa dianggap turut serta membantu terjadinya peristiwa tersebut," tegas Ojat.

Ojat juga mempertanyakan kepentingan pihak stasiun sebagai pihak PT. KAI mengelar rapat dengan para pedagang dan PT. CKS di kantor KS. Apalagi saat itu kata Ojat, langsung membicarakan soal harga kios dan tawar menawar nilai angsuran pembayaran kios.

"Para PKL berani memberikan dana uang muka, karena adanya pertemuan yang dihadiri oleh pihak PT. KAI itu," tukas Ojat. (Gun/TN1).

Komentar