Sabtu, 5 April 2025

Tiga ABG di Lebak Diduga Dicekoki Obat dan Miras Hingga Teler, Keluarga Lapor Polisi

Dua dari tiga korban yang diduga dicekoki obat dan minuman keras. (Foto: TitikNOL)
Dua dari tiga korban yang diduga dicekoki obat dan minuman keras. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Diduga dicekoki obat dan minuman keras, tiga gadis Anak Baru Gede (ABG) warga Kampung Barengkok, Desa Bejod, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak melapor ke Polsek Malingping.

Satu dari tiga ABG tersebut adalah siswi salah satu SMK swasta di Kecamatan Wanasalam.

Ironisnya, terduga pelaku berinisial ND dan FI, disebut-sebut ND adalah oknum pegawai honorer pada kantor Samsat Malingping dan FI seorang oknum ASN di Puskesmas setempat.

Keduanya diduga mencekoki ketiga korban yakni, SER, JEN dan NIS dengan memberi obat dan minuman keras di sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Malingping.

Akibatnya, SER seorang korban yang juga siswi salah satu SMK itu, mengalami kejang - kejang tak sadarkan diri.

Selain tak sadarkan diri, SER saat berbicara kerap meracau. Hingga akhirnya, dibawa ke RSUD Malingping untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, ketiga korban tersebut diduga menjadi korban penyalahgunaan obat yang dilarang beredar dan diminum secara bersamaan dengan minuman keras.

"Yang pertama melapor ke polisi keluarga SER, saya juga tidak tahu. Tahu - tahu saya dan keluarga dipanggil, ternyata JEN adik ipar saya juga telibat minum obat dan miras," ujar Rizki kakak ipar dari JEN kepada TitikNOL, Minggu (13/10/2019).

Menurut Rizki, kejadian itu terjadi pada hari Kamis (10/10/2019) lalu dan berdasarkan pengakuan ketiga korban, korban diberi obat berwarna pink kemerahan yang diminum bersamaan dengan miras jenis anggur merah.

Selain itu, karena kekhawatiran pihak keluarga terjadi sesuatu yang berlebihan terhadap ketiga korban itu. Para korban lanjut Rizki, dilakukan visum di RSUD Malingping.

"Iya ketiganya sudah divisum, kedatanganya ke RSUD didampingi anggota polisi dan pihak keluarga," tukas Rizki yang juga sabagai perawat di RSUD Malingping.

Sementara itu, NIS salah satu korban mengatakan, dirinya bersama korban lainnya JEN, datang menemui SER yang sudah lebih awal berada di rumah kontrakan atas undangan SER.

Namun sebelum langsung ke rumah kontrakan diduga milik salah satu terduga pelaku, dirinya diminta menunggu di sekitaran pantai Bagedur. Kemudian dijemput dan bersama - sama menuju ke rumah kontrakan.

"Iya (melapor) benar pak, ini lagi di kantor polisi yang di Simpang Malingping. Awal mula obat itu di mas Boy terus di mas Boy dikasih ke pak ND terus saya minta," ujar NIS.

Disinggung usai tiba di rumah kontrakan dari lokasi tempat menunggu, apa yang dilakukan terduga pelaku, NIS mengaku melihat perbuatan tak senonoh yang dilakukan ND kepada SER.

"Pak ND ngebangunin SER, katanya bangun - bangun. Terus sambil pegang payudara SER, yang lihat cuma saya. Tapi saya dan JEN enggak ngapa-ngapain, pak ND cuma sama SER," imbuh NIS.

Hingga berita ini lansir, TitikNOL masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari Kapolsek Malingping, Kompol Budi Warsa. (Gun/TN1)

Komentar