Sabtu, 5 April 2025

Ini Kronologis Pembagian Uang oleh Pendukung WH-Andika di Malingping

Ilustrasi politik uang. (Dok: upeks)
Ilustrasi politik uang. (Dok: upeks)

LEBAK, TitikNOL – Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kabupaten Lebak menjelaskan kronologis dugaan pembagian uang yang terjadi di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, yang dilakukan oleh salah satu pendukung Cagub Cawagub Banten nomor urut 1 Wahidin Halim – Andika Hazrumy.

Ketua Panwaslu Kabupaten Lebak Ade Jukroni mengatakan, dari hasil keterangan yang diperoleh, pembagian uang yang dilakukan oleh pendukung nomor urut 1 terjadi pada Selasa (14/2/2017) sekitar jam 14.00 WIB siang atau satu hari sebelum pencoblosan.

Pelaku bernama Hera kata Ade, memberikan uang kepada warga bernama Sumiati sebesar Rp10 ribu. Sumiati lalu memberitahukan anaknya bernama Rona, lalu Rona melaporkan hal itu ke Malik, yang kemudian melaporkannya ke Panwas Malingping.

“Malik tidak langsung melapor setelah mendapatkan informasi dari Rona namun menemui pelaku dan mengorek informasi. Pelaku pun mengaku jika dirinya disuruh membagikan uang oleh orang suruhan bernama Ruly. Nah besoknya baru Malik melapor ke Panwas,” beber Ade kepada TitikNOL, Jumat (17/2/2017).

Baca juga: Panwas Proses Pelaku Penyebar Uang di Malingping

Ade pun mengaku masih menelusuri pria bernama Ruly yang diketahui memberikan uang kepada pelaku untuk dibagikan kepada warga lainnya, dengan perintah mencoblos pasangan nomor urut 1.

“Kita sedang dalami Ruly, karena menurut pengakuan pelaku dirinya dikasih uang oleh Ruly sambil berpesan agar pelaku merahasiakan nama Ruly kepada warga lainnya,” kata Ade.

Saat ini lanjut Ade, kasusnya sudah ditangani Panwaslu Lebak. Sementara Panwas Malingping hanya dijadikan lokus kejadian saja.

“Kita sudah ambil alih. Hari ini saya berkoordinasi dengan Gakumdu, untuk mengetahui langkah lanjutan yang akan dilakukan oleh Gakumdu terhadap kasus ini,” tukas Ade.

Seperti diketahui, warga di Kecamatan Malingping melaporkan warga lainnya yang diketahui pendukung Cagub Cawagub nomor urut 1, yang kedapatan membagikan uang kepada warga lainnya, dengan dalih agar memilih nomor urut 1 di Pilgub Banten. (Gun/red)

Komentar