Jelang Pilgub Banten 2017

Wahidin Halim Terus Dikritik Para Tokoh Banten

Calon Gubernur Banten, Wahidin Halim. (Dok: banten)Calon Gubernur Banten, Wahidin Halim. (Dok: banten)

SERANG, TitikNOL – Menjelang Pilgub 2017, calon Gubernur Banten nomor urut 1, yakni Wahidin Halim banyak mendapatkan kritik. Terutama pasca rapat umum atau kampanye akbar di Lapangan Sunburst BSD Kota Tangerang Minggu (15/1/2017).

Di mana, statement Wahidin Halim yang mengatakan 'masa orang Banten tidak milih saya. Kalau tidak milih kami, berarti orang bodoh’, tidak bisa diterima masyarakat Banten.

Kritikan pun dilontarkan Direktur Eksekutif ALIPP Uday Suhada yang menilai, bodoh adalah pernyataan yang nyata telah menghina rakyat Banten.

"Sungguh pernyataan itu menunjukkan bahwa Wahidin Halim adalah sosok calon pemimpin yang sangat sombong. Ucapannya sangat bertolak belakang dengan slogan yang selama ini diagungkannya, yakni Ahlaqul Kharimah," kata Uday, di Kota Serang, Rabu (18/1/2017).

Uday melihat, selama ini Wahidin Halim dikesankan sebagai tokoh Banten yang berakhlaq mulia, yang cerdas bergelar Doktor. Mestinya bisa menjadi teladan bagi rakyat Banten. "Tetapi dengan pernyataan itu, nampak betul bahwa ternyata Wahidin Halim adalah sosok manusia takabur, yang menganggap rakyat Banten yang tidak akan memilihnya di ajang Pilgub Banten 15 Februari 2017 mendatang adalah orang-orang bodoh," lanjutnya.

Jika demi meraih kekuasaan menggunakan cara-cara yang menghina dan menganggap rakyat Banten bodoh jika tidak memilihnya, lanjut Uday, Wahidin Halim adalah sosok manusia pinter keblinger. "Pidato politiknya sangat tidak mendidik dan tidak beradab," ungkapnya.

Kritikan pedas yang sama pun dilontarkan oleh Tokoh Masyarakat Banten M Babay. Melihat kata kata yang telah menghina warga Banten adalah bentuk arogan dari seorang Wahidin Halim.

"Yang pertama itu adalah penghinaan dan sikap arogansi seorang Wahidin Halim, yang kedua sangat disayangkan ketika seorang calon pemimpin berbuat dan melontarkan kata kata seperti itu," katanya saat dihubungi via telepon. (Meghat/Rif)

Komentar