Soal Penghapusan Honorer oleh KemenPAN-RB, Gubernur: Kami Masih Sanggup Gaji

Ilustrasi. (Dok: Tribunkaltim)
Ilustrasi. (Dok: Tribunkaltim)

SERANG, TitikNOL – Gubernur Banten Wahidin Halim, akan membela 6,326 tenaga kerja honorer di lingkungan Pemprov Banten, yang terancam dihapus sesuai dengan hasil rapat kerja antara Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dan komisi II DPR RI.

Wahidin Halim mengaku kasihan terhadap tenaga kerja honorer di Pemprov Banten yang telah lama mengabdikan diri kepada pemerintah. Menurutnya, Pemrov Banten masih mampu membayar gaji para honorer tersebut.

“Kami punya duit, kami gaji saja. Saya Gubernur, saya bela, mereka sudah bekerja lama, terus kami pecat? Tidak lah,” kata Wahidin Halim kepada wartawan belum lama ini.

Menurut Wahidin,APBD Banten masih bisa mencukupi untuk menggaji para honorer tersebut. Di sisi lain Wahidin mengungkap, 18 persen APBD Banten diperuntukan belanja pegawai.

Di APBD sambung Wahidin, dari rata-rata honor yang diberikan kepada tenaga honorer di Pemprov Banten antara Rp1,5 juta sampai Rp2 juta per bulannya.

“Di mana-mana 40-50 persen APBD untuk pegawai, APBD kita (Banten) lebih tinggi untuk pembangunan, untuk pegawai Cuma 18 persen,” ujarnya.

Seperti diketahui, honorer di Pemprov Banten kurang lebih 15.000. honorer di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terancan ditertibkan mencapai 6.326. adapun 8.700 honorer dari tenaga pendidik dan kependidikan di SMA dan SMK masih aman. (Lib/TN1)

Komentar