Ritual Seba Baduy

Kata Siapa Warga Suku Adat Baduy Tertinggal, Ini Buktinya

Jihan (18) warga suku adat Baduy, tengah memainkan telepon genggam jenis android, disela acara Seba Baduy di Pendopo Bupati Lebak. (Foto: TitikNOL)
Jihan (18) warga suku adat Baduy, tengah memainkan telepon genggam jenis android, disela acara Seba Baduy di Pendopo Bupati Lebak. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL – Bagi anda yang menyebut bahwa warga yang berasal dari suku adat Baduy jauh dari sentuhan modernisasi dan perkembangan teknologi, itu salah besar. Karena faktanya, warga yang juga disebut dengan suku Kanekes itu kini sudah tidak gagap teknologi (gaptek) lagi.

Buktinya, beberapa pemuda yang ikut dalam ritual Seba Baduy di Pendopo Bupati Lebak, Jumat (13/5/2016) malam, beberapa di antaranya tengah sibuk dengan perangkat Smartphone (telepon pintarnya).

Jihan (18) misalnya. Pemuda asal suku Baduy luar yang tinggal di kampung Cipaler, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak itu tengah sibuk memainkan telepon pintarnya disela acara Seba Baduy.

Bahkan jari-jari tangannya terlihat terampil memainkan beberapa aplikasi layar sentuh yang ada di telepon pintar yang dipegangnya, termasuk sibuk memantau beberapa pesan yang ada di BlackBerry Messengernya.

Kepada TitikNOL Jihan mengaku sudah sekitar lima bulan memiliki telepon pintar itu. Ia membelinya dari toko hanphone yang ada di wilayah Rangkasbitung dengan nilai Rp1juta.

"Ges lima bulan kami boga ieu (Sudah lima bulan saya pakai telepon seluler ini)," ujar Jihan dengan logat sunda khasnya, saat berbincang dengan TitikNOL. Dirinya juga mengaku terbantu dengan adanya perangkat tersebut.

“Ngabantu pisan. Komo mun ker karereselmah sok muka hape (Sangat membantu. Apalagi kalau lagi suntuk suka buka HP),” lanjutnya.

Betul kan! Cap sebagai suku tertinggal dan jauh dari kesan modernisasi kini sudah mulai hilang dari Suku Adat Baduy. (Gun/red)

Komentar