Bejat! Modus Bisa Obati Penyakit, Kakek 80 Tahun Ini Malah Perkosa Pasiennya

Foto ilustrasi. (Dok: net)Foto ilustrasi. (Dok: net)

LEBAK, TitikNOL - Sungguh bejat perilaku Arka, kakek tua renta berumur 80 tahun asal Kampung Handeleum, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak ini.

Meski sudah terbilang bau tanah, hasrat mesumnya masih saja tinggi. Terbukti, untuk bisa menyalurkan hasrat birahinya, dia sampai berpura-pura sebagai seorang dukun penyembuh.

Korbannya sendiri adalah RK (17), seorang gadis tuna wicara (bisu atau tidak bisa bicara, red) asal Kampung Sayong, Desa Sangkanwangi, Kecamatan Leuwidamar.

Informasi yang diperoleh, peristiwa percobaan perkosaan terhadap RK tersebut terjadi sekira pukul 23.00 WIB, Sabtu malam (23/9/2017) pekan lalu.

Dikatakan Ruba (54) orangtua RK kepada TitikNOL, Selasa (26/9/2017) malam tadi, awalnya Arka datang ke rumahnya dan mengaku bisa mengobati RK yang menderita tuna wicara.

Dia tidak menaruh curiga sedikitpun kepada sang dukun dan mengizinkan anaknya diobati oleh pelaku. Terlebih dirinya juga mengenal sang dukun.

Sejak sore hingga menjelang malam sekira pukul 23.00 WIB, sang dukun sudah empat kali masuk ke kamar tidur RK untuk melakukan pengobatan dengan membacakan mantera-mantera.

Selama pengobatan yang ketiga kali, kejadian percobaan pemerkosaan itu pun belum terjadi, karena saat pengobatan masih diawasi bersama oleh kedua orangtua RK.

"Waktu yang ke empat kali itu Arka masuk kembali ke kamar tidur anak saya, sambil bilang kalau ada jodoh malam ini bisa sembuh. Dia juga bilang mau tiduri anak saya sambil menutup gorden pintu kamar. Kemudian dia masuk ke kamar anak saya, istri saya ngintip menyibakan gorden pintu. Istri saya kaget, sambil bilang ke saya kalau anak saya itu ditiduri oleh Arka," ujar Ruba.

Ruba yang sedang duduk di ruangan tengah, berulang kali diingatkan oleh istrinya soal aktivitas bejat dari pelaku. Ruba saat itu masih tidak percaya dan menganggap bahwa itu bagian dari ritual pengobatan.

Namun karena terpancing rasa penasaran, ia akhirnya masuk ke kamar anaknya sambil menyalakan lampu listrik kamar.

Ruba pun kaget melihat pemandangan di dalam kamar itu. Dia melihat pelaku sedang menindih anaknya. Dua-duanya dalam keadaan telanjang.

"Spontan saya pukul Arka menggunakan bambu kecil, tapi Arka tetap seperti kesetanan menindih anak saya. Setelah itu Arka berdiri dan terjadi saling dorong antara Arka dengan saya dan Arka terjerembab ke kusen jendela," terang Ruba.

Setelah kejadian itu, Ruba bersama Istri dan keluarga terdekat mengamankan Arka dari pukul 23.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB dini hari, kemudian menyerahkan kepada RT dan Tokoh masyarakat setempat.

Keesokan siangnya, ketua RT dan tokoh masyarakat setempat pun membawa pelaku ke Mapolsek Leuwidamar.

"Arka sudah diamankan di Polsek Leuwidamar," imbuh Ruba.

Sementara itu, hingga berita ini dilansir, TitikNOL masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari Polsek Leuwidamar. (Gun/red)

Komentar