Polres dan BPOM Serang Gerebek Rumah Industri Pembuat Tahu Berformalin

Kasatreskrim Polres Serang AKP Arrizal Samelino (kaos merah) didampingi Kepala BPOM Serang M Kasuri saat ekspose di Mapolres Serang.Kasatreskrim Polres Serang AKP Arrizal Samelino (kaos merah) didampingi Kepala BPOM Serang M Kasuri saat ekspose di Mapolres Serang.

Serang, TitikNOL - Petugas gabungan Satuan Reskrim Polres Serang dan Balai Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) Serang menggerebek rumah industri pembuatan tahu berformalin di Kelurahan Cimuncang, Kota Serang, Jum'at (5/2/2016) sore. Petugas mengamankan pengusaha berinisial P alias Uloh, 62, serta 21 kotak yang berisi tahu sebanyak sekitar 3.000 buah.

Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Arrizal Samelino mengatakan penggerebagan home industri tahu ini berawal dari informasi masyarakat.  Berbekal dari informasi itu, tim reskrim Unit Pidana Khusus bersama BPOM langsung melakukan penggerebegan dan berhasil menemukan tahu yang siap diedarkan.

"Karena hasil tes tahu-tahu positif berformalin, pemilik tahu langsung kita amankan berikut barang buktinya," terang Kasat didampingi Kepala BPOM Banten Mohamad Kashuri, Kanit Pidsus Iptu Samsul Fuad saat ekspos di gedung Satreskrim, kemarin (6/2/2016).

Dikatakan Arrizal, pihaknya sudah melakukan sosialisasi akan bahaya formalin dan tindakan hukum kepada pelaku industri rumah tangga, khusus pembuat tahu. "Namun kita sayangkan masih ada pengusaha yang menggunakan formalin," kata Kasat seraya menjelaskan tersangka dijerat UU Nomer 18/2012, Pasal 136 2012 tentang pangan dengan ancaman hukum 5 tahun penjara dan denda 10 miliar.

Sementara itu, Kepala BPOM Banten Mohamad Kashuri menjelaskan bahwa formalin sangat berbahaya jika dikonsumsi manusia. Mengkonsumsi makanan yang mengandung formalin, jelas Kashuri akan mengakibatkan iritasi pada saluran pernapasan, paru-paru, ginjal dan jantung. Dampak dari formalin tergantung dari dosis dan jangka waktu penggunaan.

"Kalau untuk ciri-ciri tahu berformalin, tekstur lebih keras dan keset. Untuk baunya memang sulit diketahui, namun bagi yang mengenal formalin baunya bisa tercium," jelasnya.

Sedangkan tersangka Uloh mengaku mengetahui cara mengolah tahu dengan formalin semenjak bekerja di perusahaan pembuat tahu di Tangerang namun sejak 2009, Uloh membuka usaha sendirinya di Kota Serang. Dikatakan, sehari ia mampu memproduksi tahu sebanyak 3.000 buah. Untuk tahu sebanyak itu, Uloh membutuhkan kacang kedelai sebanyak 2 kwintal yang dicampur 0,5 ons formalin yang didapat dari Jakarta. (Red)

Komentar