Disnakertrans Kota Serang Sebut Lowongan Kerja di Era Pandemi Corona Hoax

Kepala Disnakertrans Kota Serang Ahmad Banbela. (Foto: TitikNOL)
Kepala Disnakertrans Kota Serang Ahmad Banbela. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang, mengingatkan kepada masyarakat agar jangan percaya terhadap informasi yang tersebar di Media Sosial (Medsos), tentang banyaknya perusahaan yang membuka lapangan pekerjaan.

Mengingat, sejak pandemi virus Corona menyerang Indonesia, banyak perusahaan yang merumahkan karyawannya. Bahkan, tidak sedikit perusahaan mengeluarkan kebijakan Putus Hubungan Kerja (PHK) terhadap sebagian pegawai akibat lesunya perputaran ekonomi.

Ditambah kondisi saat ini, karyawan yang dirumahkan belum dipanggil untuk kembali bekerja. Sehingga, informasi tentang banyaknya perusahaan yang buka lowongan pekerjaan kemungkinan besar hoax.

"Dari medsos ini mendahului, dalam waktu dekat banyak perusahaan yang akan membuka lowongan pekerjaan. Padahal yang ada saja sebagian karyawan dirumahkan. Sehingga kemungkinan banyak perusahaan yang buka lowongan pekerjaan ini hoax, kecil kemungkinan. Masa ia yang dirumahkan banyak, sudah buka pekerja," kata Kepala Disnakertrans Kota Serang Ahmad Banbela, Selasa, (09/06/2020).

Baca juga: Antrean Panjang Tanpa Physical Distancing, Kadisnakertrans: Keterbatasan Tempat

Akibat dari informasi tersebut, dalam tempo waktu empat hari ini Disnakertrans banyak didatangi untuk membuat kartu kuning atau AK1 membludak. Di sisi lain, permintaan itu didominasi oleh warga yang baru lulus Sekolah.

"3 hari, 4 hari saat ini cukup banyak membludak sejalan dengan kelulusan siswa, bisa sampai 140 orang perharinya," terangnya.

Ia menjelaskan, butuh waktu untuk pemulihan stabilnya bisnis perusahaan. Jangankan di level lokal dan Provinsi, level pembukaan kerja tingkat internasional pun di era pandemi virus Corona ini sangat kesulitan.

Sebagai contoh kata dia, masyarakat yang telah mendapatkan tempat untuk bekerja di luar negeri terpaksa tidak diberangkatkan karena khawatir terinfeksi covid 19. Terlebih, negara yang dituju oleh pekerja asal Kota Serang tidak menyetujui kedatangan pegawai asal Indonesia.

"Tapi (kerja level) internasional di era pandemi saat ini agak sulit ya, belum bisa. Bahkan yang sudah mendapatkan signal untuk diterima di luar negeri tidak kami berangkatkan. Kemudian negara yang dituju juga belum bisa didatangi oleh asal kerja Kota Serang khususnya," jelasnya. (Son/TN1)

Komentar