Dongrak PAD, Dishub Cilegon Maksimal Retribusi Parkir dan Jasa Labuh

Wali kota Cilegon, Edi Ariadi saat menyampaikan sambutan di acara Forum Perangkat Daerah Dinas Perhubungan Kota Cilegon di Greenotel. (Foto: TitikNOL)
Wali kota Cilegon, Edi Ariadi saat menyampaikan sambutan di acara Forum Perangkat Daerah Dinas Perhubungan Kota Cilegon di Greenotel. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL – Untuk meningkatkan Pendapat Asli Daerah (PAD), Dinas Perhubungan Kota Cilegon akan memaksimalkan retribusi parkir tepi jalan umum dan jasa labuh yang selama ini belum maksimal.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Cilegon Uteng Dedi Apendi mengatakan, untuk retribusi jasa labuh tersebut tentunya harus memiliki payung hukum yang jelas sehingga tidak menjadi persoalan dikemudian hari.

Menurut Uteng, sektor jasa labuh itu memiliki potensi besar untuk meningkatkan PAD sehingga harus dimaksimalkan Dinas Perhubungan Kota Cilegon.

"Kita punya fungsi meningkatkan PAD untuk kemakmuran masyarakat Kota Cilegon. Itu akan kita laksanakan dengan cara memaksimalkan retribusi jasa labuh," ungkap Uteng di acara Forum Perangkat Daerah Dinas Perhubungan Kota Cilegon di Greenotel Cilegon, Kamis (12/3/2020).

Dijelaskannya, Dinas Perhubungan Kota Cilegon saat ini masih menunggu Peraturan Wali kota (Perwal) tentang Petunjuk Teknis Peraturan Daerah(Perda) Nomor 10 Tahun 2015 tentang Jasa Labuh.

"Dimana selama ini kita belum masuk sektor itu (jasa labuh), belum dapat apa-apa. Mudah -mudahan dengan Perwal dan Perda kita bisa masuk situ. Mudah-mudahan segera ditandatangani Pak Wali biar itu sebagai dasar kita bergerak disektor Perhubungan Laut untuk meningkatkan PAD yang selama ini belum maksimal," tuturnya.

Sementara terkait dengan retribusi parkir kata Uteng, pihaknya baru mulai berjalan sembari melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Untuk parkir kita baru jalan, parkir khusus tempat pemerintah dan parkir tepi jalan. Tapi untuk parkir tepi jalan belum bisa semuanya kita pungut karena harus disosialisasikan lagi karena dua tahun kebelakang kita tidak memungut. Jadi kita harus mensosialisasikan lagi, tapi itu sudah berjalan mudah-mudahan dari sektor parkir akan kita maksimalkan," ungkap Uteng.

Uteng mengaku optimistis target pendapatan dari retribusi parkir sebesar Rp400 juta per tahun akan tercapai bahkan bisa lebih jika semuanya dimaksimalkan dengan baik.

"Jika sektor parkir maksimalkan dengan baik, maka saya optimis retribusi parkir tercapai dan bisa lebih dari target," ujarnya.

Sementara itu, Wali kota Cilegon Edi Ariadi, mendukung upaya Dinas Perhubungan Kota Cilegon yang akan memaksimalkan retribusi jasa labuh dan parkir.

"Saya mendukung upaya Dinas Perhubungan Kota Cilegon untuk melakukan terobosan. Mudah - mudahan tidak ada hambatan sehingga semuanya bisa tercapai," ungkap Edi. (Ardi/TN1)

Komentar