Duh, Ratusan Siswa SDN di Lebak Belajar di Bawah Ancaman Maut

Sejumlah siswa saat belajar di sebuah ruang kelas yang penyangga genting dan plafonya lapuk dan terancam roboh. (Foto: TitikNOL)
Sejumlah siswa saat belajar di sebuah ruang kelas yang penyangga genting dan plafonya lapuk dan terancam roboh. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Sebagian murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Maraya 2, Desa Maraya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak belajar dalam ancaman maut. Betapa tidak, kini gedung SDN itu kondisinya sangat memprihatinkan.

Kondisi gedung SDN di Kecamatan Sajira itu sudah lama mengalami kerusakan berat. Padahal setiap hari, sekitar 169 murid dan sejumlah guru beraktivitas di sana.

Sebenarnya, kegiatan belajar mengajar di SDN tersebut sangat sudah tidak memungkinkan dan sangat tidak nyaman mengingat banyak bagian gedung yang tak layak pakai.

Bagian bangunan gedung sekolah yang paling rusak parah ruang kelas 4, kelas 5 dan ruang kelas 6 serta ruang guru. Kerusakan terjadi pada bagian atap genting dan plafon di tiga ruang kelas dan ruang guru.

Maka tak heran disaat turun hujan, kondisi ruang kelas menjadi bocor dan banjir. Tak hanya itu, tak jarang disaat sebagian murid tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar, kerap terjadi genting dan plafon jatuh ke ruang kelas yang membuat was-was sebagian murid yang tengah berada di ruang kelas.

Kondisi tersebut seperti dituturkan Asep, salah seorang siswa kelas 6 di SDN Maraya 2. Asep mengaku nyaris menjadi korban akibat atap genting yang berjatuhan ke dalam ruang kelas pada saat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.

"Genting-genting itu sering berjatuhan ke ruang kelas, kejadian kemarin malah jatuh tepat di samping saya," ujar Asep.

Hal itu pun dibenarkan oleh Ajum, seorang guru di SDN Maraya 2 kepada wartawan. Kata Ajum, hal yang sangat mengkhawtirkan pihak sekolah saat ini karena sekarang sedang musim hujan.

Menurutnya, selain ruang kelas yang bocor, kondisi penyangga atap genting dan plafon sudah rapuh. Sehingga dikhawatirkan akan ambruk yang dapat mengancam keselamatan jiwa sebagian murid.

"Waktu kemarin gentingnya berjatuhan, untungnya tidak ada siswa yang menjadi korban," papar Ajum.

Dijelaskan Ajum, bahwa sebenarnya rusaknya tiga ruang kelas dan ruang guru sudah terjadi sejak lama. Namun kata Ajum, karena terus dilakukan perawatan, sehingga kerusakannya tidak terlalu terlihat.

"Karena kerusakannya cukup parah, dan intensitas hujan saat ini cukup tinggi beberapa penyangga atap gedung sekolah ambrol dan banyak genting yang berjatuhan menimpa plafon dan ke ruang kelas," imbuhnya (Gun/red)

Komentar