Kemenhub "Guyur" Rp 1,3 Triliun untuk Infrastruktur Transportasi Banten

Kemenhub "Guyur" Rp 1,3 Triliun untuk Infrastruktur Transportasi BantenKemenhub "Guyur" Rp 1,3 Triliun untuk Infrastruktur Transportasi Banten

SERANG, TitikNOL - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengalokasikan Rp 1,3 triliun APBN untuk program kegiatan sektor perhubungan di Provinsi Banten tahun 2016 ini. Anggaran tersebut difokuskan untuk menunjang penataan dan pembangunan infrastruktur transportasi di Banten, seperti jalur ganda KA Maja-Rangkasbitung, bus perintis, dan lainnya.

Hal tersebut terungkap dalam audiensi staf ahli Menhub dengan Gubernur Banten Rano Karno, Selasa (16/2/2016).

Dalam pemaparannya, anggaran tersebut diperuntukan bagi 5 (lima) sektor utama di Kemenhub, seperti Perhubungan Darat, Perhubungan Laut, Perhubungan Udara, Perkeretaapian, dan BPSDM Perhubungan.

“Sebagai salah satu pengguna anggaran negara terbesar, Kementerian Perhubungan menginginkan agar penyerapan anggaran tahun ini dapat lebih fokus untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan transportasi di semua provinsi di Indonesia, termasuk di Banten,” kata Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Ekonomi Kawasan dan Kemitraan Umiyatun Hayati Triastuti.

Menurut Hayati, Ada tiga fokus kerja Kementerian Perhubungan dalam sektor transportasi. Pertama, peningkatan keselamatan dan keamanan transportasi. Kedua, peningkatan kualitas pelayanan. Ketiga, peningkatan kapasitas.

“Untuk di Banten ada 27 proyek infrastruktur transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian yang akan dikerjakan tahun ini,” ucapnya.

27 proyek tersebut tersebar di Kabupaten Tangerang, yaitu di Balai Kalibrasi Fasilitasi Penerbangan, BP2IP Mauk, Bandara Budiarto, Balai Teknik Penerbangan, STPI Curug, BP3 Curug. Untuk di Kota Cilegon pembangunan gedung kantor OPP Merak.

“Kita juga akan melanjutkan pembangunan jalur ganda kereta api antara Maja-Rangkasbitung sepanjang 3 KM. sleian itu akan ada subsidi operasi bus perintis bagi 4 trayek serta perlengkapan jalan nasional di 8 ruas bagi satker perhubungan darat Provinsi Banten. Kami mohon dukungan dan koordinasi daerah untuk mendukung semua program kegiatan ini,” katanya.

Selain pembahasan proyek 2016, pihaknya juga melakukan pembahasan persoalan lainnya terkait transportasi dibanten, seperti rencana reaktivasi rel kereta ke Banten Selatan  dan pembangunan Bandara Banten Selatan di Panimbang. (Kuk/Red)

Komentar