Persiapan Belajar Tatap Muka, Pemkot Serang Tertarik Beli GeNose untuk Deteksi Covid-19

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Wasis Dewanto. (Foto: TitikNOL)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Wasis Dewanto. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang tertarik membeli alat pendeteksi virus corona SARS-C0V-2 yakni GeNose buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yaogyakarta, untuk persiapan belajar tatap muka.

Alat itu digadang-gadang akurat dalam mendeteksi virus. Alat ciptaan anak negeri ini bekerja secara cepat dan akurat mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama nafas seseorang.

Nafas orang diambil di indera, melalui sensor-sensor dan kemudian diolah datanya dengan bantuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk pendeteksian dan pengambilan keputusan.

"GeNose juga nggak cepat, yang paling cepat ther mogun sebagai deteksi awal. Bisa saja GeNose digunakan untuk Juli awal buka sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Wasis Dewanto, Jumat (19/3/2021).

Ia menjelaskan, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada tahun 2021 lebih fleksibel. Anggaran itu dapat dibelanjakan untuk kebutuhan prioritas sekolah, termasuk kebutuhan belanja untuk menunjang protokol kesehatan. Seperti membeli masker, handsanitazer dan dimungkinkan GeNose.

Terlebih, pemeriksaan pada alat itu hanya butuh 3 menit untuk mengeluarkan hasil. Dengan biaya tes sekitar Rp15 ribu per tes. Sedangkan harga satu unit alat deteksi itu sekitar Rp60 juta.

""Kalau GeNose terjangkau oleh dana BOS akan kami dorong. Setiap sekolah pasti disedikan sebagai pengukur suhu tubuh. Makanya boleh BOS membeli masker, handsanitazer dan lainnya sebagai penanganan Covid-19," ujarnya.

Ia menuturkan, Satgas Covid-19 masih meakukan kajian untuk memastikan pembukaan sekolah aman dan tidak jadi klaster penularan virus corona.

""Sekolah menyatakan siap terlukis kepada dindik. Orangtua penentu izin. Kami sangat flesibel, yang orangtua nggak setuju, anaknya bisa belajar Daring atau Luring," tuturnya. (Son/TN1)

Komentar