Sekretariat DPRD Banten Anggarkan Beli Pakaian Dinas hingga Rp1 Miliar

Sekretaris DPRD Banten, Deden Apriandhi Hartawan (TitikNOL)
Sekretaris DPRD Banten, Deden Apriandhi Hartawan (TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Sekretariat DPRD Provinsi Banten mengalokasikan anggaran pembelian pakaian dinas untuk 85 wakil rakyat.

Anggaran pengadaan itu tembus Rp1 miliar. Saat ini, jenis pakaiannya masih menunggu hasil laboratorium.

Sekretaris DPRD Banten, Deden Apriandhi Hartawan mengatakan, pakian dinas merupakan fasilitas yang berhak diterima oleh 85 wakil rakyat.

Terlebih dari awal periodesasi, para anggota DPRD Banten belum menerima pakaian dinas.

Menurutnya, pengadaan pakaian dinas ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pandemi yang sudah mulai melandai dan perekonomian masyarakat cenderung mulai berjalan baik.

"Kan mereka 2019, nggak ada, yang pertama. Tetap melihat kondisi masyarakat. Alhamdulilah sekarang masker sudah dilepas, nggak ada masalah," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/6/2022).

Ia menjelaskan, pengadaan itu belum sampai ke tahapan lelang lantaran masih menunggu hasil laboratorium harga.

Namun, pengadaannya telah tayang di SiRUP LKPP dengan pagu Rp1.020.000.000 untuk empat bahan, yakni pakaian sipil harian (PSH), pakaian dinas harian (PDH), pakaian sipil lengkap (PSL), dan pakaiam sipil resmi (PSR).

"Belum proses, lelangnya juga belum. Insya Allah karena itu fasilitas yang berhak mereka dapatkan. Selama pandemi 2 tahun mereka nggak dapat, yang penting prosesnya dikawal bareng-bareng," jelasnya.

Ia menerangkan, pengadaan pakaian dinas tidak mengacu pada merk, tetapi seleksi harga bahan.

"Iya 85 orang. Kita meteran sih karena yang dikasih bahan, bukan baju. Bahan plus ongkos jahit, yang jahit dewan karena pas rekomendasi BPKP pas evaluasi begitu, jadi bahannya yang dikasih. Nunggu hasil laboratorium (jenis bahannya)," terangnya.

Deden berujar, nantinya setiap anggota dewan akan menjahit sendiri. Setiap wakil rakyat dianggarkan Rp18 hingga Rp20 juta untuk satu pakaian dinas.

"Per dewan Rp18 sampai Rp20 juta, iya dijahit sama dewan masing-masing. Kita harus lakukan uji laboratorium, kami tidak menyebutkan merk tapi hasilnya kami mintakan ke laboratotium yang teruji," ujarnya. (TN3)

Komentar