SERANG, TitikNOL - Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) bersama Wakil Gubernur Andika Hazrumy, melakukan sidak ke Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) di KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (12/6/2017).
Hal tersebut menyusul adanya informasi tentang adanya pasien miskin yang ditolak oknum petugas di RSUD Adjidarmo.
Pantauan di lokasi, Wahidin Hali dan Andika berjalan kaki dari halaman masjid ke Kantor Dinkes Banten sekitar pukul 11.30 WIB, setelah menghadiri acara Pesona Ramadan di Masjid Raya Albantani.
WH-Andika didampingi Sekda Banten Ranta Soeharta dan sejumlah kepala OPD. Di gedung tersebut, WH mengecek sejumlah ruangan di kantor dinkes. Ia sempat mengomentari kondisi anak tangga kantor yang kotor. Begitupun saat WH masuk toilet yang dinilainya kurang bersih.
"Hari ini saya dapat informasi ada warga ditolak berobat di RSUD Lebak, karena tidak ada BPJS. Enggak boleh begitu tuh. Meski enggak ada BPJS, harus dilayani. Mudah-mudahan tidak sampai meninggal orang itu," ungkap Wahidin.
Ia menegaskan, semua warga boleh berobat, tidak boleh ditolak. Ia kemudian meminta Kepala Dinkes Sigit Wardojo menegur Direktur RSU Adjidarmo Lebak.
"Tidak boleh ditolak. Tolong Pak Kadis, telefon itu kepala (Direktur) RSUD-nya, tolong ditegur. Saya sudah sepakat bersama wagub untuk program berobat gratis cukup pakai KTP," ujarnya.
WH menjelaskan, program berobat gratis dengan bermodal KTP tidak bermaksud untuk memotong anggaran, melainkan proses birokrasi.
"Anggap lah KTP itu pengganti SKTM (surat keterangan tidak mampu). Dari pada nunggu bikin SKTM ke kelurahan/desa, kan lama, jadi pakai KTP saja dulu tapi bisa langsung ditangani," tuturnya.
WH yakin program ini bisa dilaksanakan di Pemprov Banten berkaca saat dirinya menjabat Wali Kota Tangerang.
"Dulu saat saya jadi Wali Kota Tangerang itu cuma pake KTP, tetapi warga itu bisa kok berobat ke RS Cipto, RS Omni, mereka mau kok, tinggal komitmen kita saja. Warga yang mau berobat tidak boleh ditolak, meski tidak punya BPJS," tegasnya. (Kuk/red)