Sport Center Digadang-gadang Serap 7.500 Tenaga Kerja, WH: Saya Nggak Hafal, Belum Cek

Gubernur Banten, Wahidin Halim. (Foto: TitikNOL)
Gubernur Banten, Wahidin Halim. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengeluarkan kebijakan ekonomi daerah, dalam rangka mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2020 akibat bencana non-alam pandemi Covid-19.

Salah satu kebijakannya adalah membangun stadion utama bertaraf internasional FIFA atau yang sering disebut sport center di Kecamatan Curug, Kota Serang. Tidak tanggung-tanggung, uang yang dikucurkan sebanyak Rp430 miliar bersumber dari APBD Perubahan.

Berdasarkan rencana program penataan bangunan dan lingkungan di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Provinsi Banten, pelaksanaan pekerjaan pembangunan stadion, sebagian dilaksanakan dengan pola padat karya dan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 7.500 orang selama pembangunan pada tahap perrtama di tahun 2020. Kemudian, pasca pembangunan stadion dapat memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat sebanyak 350 orang.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, pembangunan sport center telah dikerjakan sejak tahun 2019. Namun, orang nomor satu di Banten itu mengaku tidak hafal jumlah tenaga kerja yang telah terserap. Yang pasti, pengerjaan stadion bertaraf internasional membutuhkan banyak tenaga kerja.

“Kan udah jalan. Udah jalan, udah mulai dari tahun 2019. Saya nggak hafal (tenaga kerja yang sudah diserap). Tapi itu pasti membutuhkan tenaga banyak,” katanya kepada awak media, Rabu (11/11/2020).

Pria yang kerap disapa WH itu menyebutkan, tidak hafal terkait teknis pelaksanaan pembangunan Sport Center karena belum sempat mengecek. Akan tetapi, proses pengerjaannya dilakukan secara padat karya.

“Teknisnya saya nggak hafal bener. Tapi itu diusahakan dengan padat karya. Artinya menyerap tenaga kerja sekitarnya. Saya belum cek, tolong dicek saja nanti,” ungkapnya.

Ia menegaskan, penyerapan tenaga kerja harus mengutamakan warga Banten yang memiliki skill mumpuni dalam pengerjaan Sport Center.

“Ya jelas itu (mengedepankan warga Banten). Tapi kalau bikin listrik warga Banten nggak bisa dapat kesetrum, ngecat di atas yang nggak biasa terampil jatuh. Warga Banten tapi juga sesuai dengan kebutuhan skill tenaga kerja yang dibutuhkan untuk bangun Sport Center. Kan nggak gampang naik tiang, nggak semua berani,” tegasnya. (SON/TN1)

Komentar