Sabtu, 5 April 2025

Tak Terima Pemberitaan, Kades di Lebak Lecehkan Profesi Wartawan

Foto ilustrasi. (Dok: net)
Foto ilustrasi. (Dok: net)

LEBAK, TitikNOL - Aat Suangsih Kepala Desa Lebak Parahiang, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, disebut melecehkan profesi wartawan yang meliput di Pemkab Lebak.

Dugaan pelecehan yang dilakukan oleh kades ini, terjadi pada saat pembukaan Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Lebak ke II di Stadion Ona Rangkasbitung, (24/7/2017) lalu.

Di acara itu, Aat mengungkapkan kekesalannya ke salah satu wartawan media online yang saat itu sedang meliput acara Porkab Lebak.

Diduga, Aat kesal karena keberangkatanya mengikuti studi banding ke Bandung dengan puluhan kades lainnya ramai diberitakan.

"Saat saya sedang ngobrol dengan kades Cibareno kecamatan Cilograng, Rustandi, tiba-tiba Kades Lebak Parahiang datang, lalu bicara ngecapruk kemana-mana. Dia bilang yang namanya wartawan bila saya ada rejeki, sepeser pun saya nggak mau ngasih," ujar Abdul Kohar menirukan ucapan Aat Suangsih, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (28/7/2017).

Abdul Kohar meyakini, ucapan Aat Suangsih yang tak pantas diucapkan di hadapan wartawan dan dua orang kades saat itu, buntut dari persoalan pemberitaan dari studi banding ke Bandung.

Terpisah, Kades Lebak Parahiang Aat Suangsih, saat dikonfirmasi melaui pesan WhatShapp, membantah jika dirinya telah melecehkan profesi wartawan.

"Demi Allah sumpah (tidak melecehkan, red), siapa yang ngomong. Justru kenapa sekarang saya keluar dari grup semua (Group WA Apdesi Lebak) saya nggak mau pusing. Sampai Bedah (Ketua Apdesi) aja bisa mengadu dombakan saya dengan kades-kades lainnya. Tolong jangan dulu percaya. Saya juga aneh kenapa ko sekarang jadi saya yang jadi sasarannya. Kalau saya mau mempermalukan Kades Bedah juga bisa, tapi saya nggak mau. Nanti saya jelaskan kalau kita ketemu, saya juga bisa memfitnah orang. Tapi saya nggak mau apa untungnya, kapan nanti ketemu biar saya jelaskan semua," kilah Aat.

Sementara soal kalimat wartawan meminta uang, Aat menjelaskan karena banyak yang bicara kepada dirinya soal adanya oknum wartawan yang suka meminta uang kepada kades.

"Itu juga banyak yang ngomong, ya paling-paling ujungnya wartawan pengen uang. Itu juga bukan saya yang ngomong. Saya akui cuma ngomong paling-paling, tak lebih dari itu," tukasnya.

Seperti diketahui, keberangkatan 30 kades di Lebak mengikuti kegiatan studi banding ke Bandung disoal. Pasalnya, biaya yang digunakan untuk kegiatan itu bersumber dari dana ADD.

Belakangan, Kejari Lebak pun tertarik akan menyelidiki kasus itu jika ada pihak yang melaporkan. (Gun/red)

Komentar