Deteksi Covid-19, Terminal Pakupatan akan Gunakan GeNose Periksa Acak Penumpang

Kepala Terminal Pakupatan Waluyo. (Foto: TitikNOL)
Kepala Terminal Pakupatan Waluyo. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL – Terminal Pakupatan akan menggunakan GeNose untuk memeriksa calon penumpang. Hal itu dilakukan dalam rangka mencegah penularan Covid-19, menjelang tingginya mobilisasi masyarakat pada lebaran idul fitri 1442 hijriah.

Kepala Terminal Pakupatan Waluyo mengatakan, pemeriksaan GeNose akan lakukan secara acak, khusus bagi para penumpang trans Jawa-Sumatra. Namun, penggunaan GeNose atau alat deteksi penularan virus corona dengan melalui uap nafas ini masih menunggu lisensi dari pihak tendor.

"Karena harus dapat lisensi dulu, kalau sudah dapat baru bisa diaplikasikan. Kalau tempat sudah steril dari hari Sabtu, paling nanti ada sample tes, kalau nggak bisa hari ini hari Selasa," katanya saat dihubungi, Senin (26/4/2021).

Menurutnya, tidak ada target pemeriksaan perharinya. Namun yang pasti, sebelum calon penumpang masuk ke bus, akan dilakukan pemeriksaan oleh petugas.

Ia menyebutkan, pemeriksaan akan dilakukan secara acak. Tidak ada pungutan biaya dari pemeriksaan tersebut. Bagi calon penumpang yang terdeteksi tertular, maka akan dilakukan isolasi.

"Gratis inyaallah. Kami tidak untuk masyarakat, ini untuk penumpang ya. Kita fokus sama trans Jawa dan Sumatra. Karena kalau Jakarta sudah di genose di keberangkatan dengan kedatangan, Merak ada GeNose. Tapi kalau trans jawa-sumatra tidak ada ke tempat keberangkatan tapi langsung ke kita, itu yang kita jaring," ujarnya.

Ia menerangkan, muatan bus di Terminal Pakupatan mengalami peningkatan yang tidak terlalu signifikan. Hal itu mungkin faktor dari adanya pelarangan mudik pada tanggal 6 sampai 17 Mei 2021.

Di sisi lain ia menyampaikan, bahwa aturan dari satgas Covid-19 yang menghimbau masyarakat tidak mudik dari tanggal 22 April sampai 24 Mei itu hanya aturan tambahan. Pelarangan mudik tetap berlaku tanggal 6-17 Mei 2021.

"Yang dimajukan itu mungkin antisipasi karena masyarakat sudah tahu, akhirnya mungkin sebelum tanggal itu sudah berangkat. Jadi pemerintah harus membuat regulasi baru tambahan. Jadi di situ dibuatlah persyaratan, larangan tetap dari tanggal 6-17 Mei," terangnya.

Ia memprediksi, peningkatan mobilitas penumpang di Terminal Pakupatan dilakukan oleh pedagang dan wiraswasta. Sebab, tidak mungkin perusahaan swasta telah meliburkan karyawannya sejak saat ini.

"Kalau yang kita lihat mudik itu menjelang lebaran, nah karena keadaan seperti ini saya tidak meyakini kalau perusahaan swasta dari tanggal 22 April sudah meliburkan karyawan. Kalaupun ada yang berangkat tidak terikat dengan kontrak perusahaan, pedagang, wiraswasta, walaupun ada kenaikan tidak terlalu signifikan," ungkapnya. (SON/TN1)

Komentar