LEBAK, TitikNOL – Banyaknya isu miring terhadap Front Pembela Islam (FPI) Banten terkait tudingan pelatihan militer dengan TNI, membuat salah satu organisasi Islam tersebut angkat suara.
Bahkan, FPI Banten membantah atas tudingan sejumlah pihak yang menyebut TNI telah melakukan pelatihan militer terhadap laskar FPI di Pesantren Al-Futuhiyah Kampung Banjar Pahingeun, Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak.
Imam Besar FPI Banten, KH Kurtubi menyatakan bahwa pernyataan sejumlah media yang menyebutkan TNI telah melatih laskar FPI dipesantrennya, sangat tidak benar dan itu merupakan fitnah. “Karena, kegiatan yang dilakukan selama dua hari Kamis – Jumat tersebut merupakan kegiatan Pelajaran Panduan Bela Negara (PPBN) yang bekerjasama dengan Kodim 0603 Lebak,” ucapnya.
Baca juga: Pangdam III Siliwangi Sebut Latihan Bela Negara Tidak Sesuai SOP
Adapun foto yang disebar oleh sejumlah media TV yang sedang merangkak atau puss -up itu adalah sangsi bagi santri yang sedang mengikuti pelajaran baris berbaris.
“Kami tegaskan tidak ada pelatihan militer pada kegiatan PPBN tersebut, adapun yang merangkak dan puss-up itu ada pada pelajaran pramuka di sekolah-sekolah,” katanya.
Perlu diketahui kata Kurtubi, bahwa sejak 2016 tepatnya sebelum Agustus, Dandim Lebak menyerahkan 1.000 bendera merah putih untuk dipasang disejumlah desa dan saat itu ada pelatihan-pelatihan bela Negara disejumlah pesantren.
Mendengar informasi tersebut lanjut Kurtubi, pihaknya mencoba untuk meminta agar pelatihan bela negara juga bisa diadakan di pesantren salafiah miliknya. Dandim Ubaidillah menyambut bahkan merespons dengan baik permintaan tersebut.
Namun harus ijin terlebih dulu. Lalu pada Desember dibuatlah surat izin dan pelatihan dilakukan selama dua hari.
“Kami menyayangkan media tidak melakukan konfirmasi dan hanya menganalisa sebuah foto yang dituangkan dalam informasi yang menyesatkan, sehingga informasi yang menyebar diseluruh Indonesia FPI dilatih Mliter oleh TNI padahal itu adalah pelajaran baris berbaris sebagai bentuk disiplin,” terangnya.
Lanjutnya, terkait Dandim Lebak dan Danrem dipindah tugaskan merupakan hal yang lumrah dalam institusi Negara dan bukan di copot.
“Kondisi saat ini merupakan ciptaan media yang hanya menelaah saja tanpa ada konfirmasi kepada narasumbernya,” jelas Kurtubi.
Hingga berita ini diturunkan, TitikNOL belum mendapatkan konfirmasi dari Dandim Lebak, Letkol CZI Ubaidillah. (Gun/Rif)