Jelang Belajar Tatap Muka, Kasus Positif di Kota Serang Bertambah 3 Orang

Wali Kota Serang. (Foto: TitikNOL)
Wali Kota Serang. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Menjelang pembukaan sekolah yang akan memberlakukan belajar tatap muka pada 18 Agustus 2020, kasus warga Kota Serang yang dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19 mengalami kenaikan.

Berdasarkan rilis yang diterima TitikNOL Sabtu (15/8/2020), ada penambahan tiga warga Kota Serang yang terjangkit virus Corona. Diantaranya, seorang pria berinisial M (58) asal Kecamatan Walantaka. Kemudain asal Kecamatan Serang, saudara A (60) serta saudari HIJ (30).

Menurut keterangan satuan gugus tugas covid-19 Kota Serang, M mengalami keluhan sakit kepala dan demam. Setelah dilakukan swab pada tanggal 11 Agustus, diketahui pasien terkonfirmasi positif.

Hal sama dialami A yang mengeluhkan batuk, demam dan mual. Setelah itu, pasien dilakukan rapid test pada 13 Agustus 2020 dan terkonfirmasi positif keesokan harinya.

Sedangkan HIJ, diketahui terkonfirmasi positif atas corona setelah hasil swap keluar pada tanggal 12 Agustus 2020. HIJ memiliki riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19.

Atas penambahan kasus tersebut, total pasien positif corona di Kota Serang berjumlah 57. Dengan rincian, 21 masih dirawat, 32 telah sembuh dan 4 orang meninggal dunia.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Serang Syafrudin mengaku akan bertanggungjawab jika ada penularan virus corona terhadap siswa dampak dari pembelajaran tatap muka .

“Sebenarnya bukan seperti itu, Pemkot akan bertanggungjawab,” katanya saat ditemui di DPD Golkar, Sabtu (15/8/2020).

Baca juga: Surat Pernyataan Persetujuan Belajar Tatap Muka Diprotes Orang Tua, Wali Kota: Pemkot Tanggungjawab

Menurutnya, belajar tatap muka harus dilakukan dan dicoba. Jika pada pelaksanaanya covid 19 dapat menular kepada siswa, maka Pemkot Serang akan menutup kembali sekolah.

“Tanggal 18 akan tetap dilaksanakan. Jadi sementara kami ujicoba dulu, jangan takut, coba dulu. Sudah dicoba baru kalau umpamanya ternyata covid menular kepada anak di stop,” ungkapnya. (Son/TN1)

Komentar